<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Uimwktmudya's Weblog</title>
	<atom:link href="http://uimwktmudya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://uimwktmudya.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Jan 2009 12:45:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='uimwktmudya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Uimwktmudya's Weblog</title>
		<link>http://uimwktmudya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://uimwktmudya.wordpress.com/osd.xml" title="Uimwktmudya&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://uimwktmudya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Perkembangan Blog</title>
		<link>http://uimwktmudya.wordpress.com/2009/01/11/perkembangan-blog/</link>
		<comments>http://uimwktmudya.wordpress.com/2009/01/11/perkembangan-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 12:45:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uimwktmudya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://uimwktmudya.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[88 Juta Blogger, 13.000 di Indonesia Anda seorang Blogger? tahukah Anda berapa jumlah blogger di seluruh dunia dan berapa jumlahnya di Indonesia? Blog kini menjadi salah satu kosakata baru yang banyak diucapkan penduduk di dunia, terutama di negara yang infrastruktur internetnya sudah baik. Blog tiba-tiba menjadi kata ajaib yang membuat dunia semakin tanpa batas, tanpa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uimwktmudya.wordpress.com&amp;blog=4769460&amp;post=30&amp;subd=uimwktmudya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>88 Juta Blogger, 13.000 di Indonesia</strong></p>
<p>Anda seorang Blogger? tahukah Anda berapa jumlah blogger di seluruh dunia dan berapa jumlahnya di Indonesia?</p>
<p>Blog kini menjadi salah satu kosakata baru yang banyak diucapkan penduduk di dunia, terutama di negara yang infrastruktur internetnya sudah baik. Blog tiba-tiba menjadi kata ajaib yang membuat dunia semakin tanpa batas, tanpa sekat. Seseorang yang bukan siapa-siapa dapat dikenal luas di seantero bumi ini berkat tulisan di-blog-nya.</p>
<p>Simak selengkapnya tulisan dibawah ini dari <a href="http://http//www.kompas.com/kompas-cetak/0711/02/telkom/3966897.htm" target="_blank">Kompas</a>.</p>
<p>Jumlah pemilik blog setiap hari terus bertambah. Pada Maret 2005 tercatat 7,8 juta blogger. Jumlah ini menjadi 14,7 juta pada Agustus 2005. Menurut BBC, setiap satu detik lahir satu blog baru. Diperkirakan jumlah blog saat ini sekitar 88 juta.</p>
<p>Jumlah ini menunjukkan betapa era digital, era internet, sudah di depan mata.</p>
<p>Blog adalah salah satu dampak dari pesatnya perkembangan internet, termasuk di Indonesia.</p>
<p>Nge-blog atau blogging sudah menjadi “santapan” sehari-hari, sudah menjadi kebutuhan dan bagian kehidupan sehari-hari. Selebriti seperti Maylaffayza, misalnya, mengaku sudah kecanduan nge-blog. Bangun pagi, Maylaf, nama panggilannya, sudah mengecek komentar yang dikirim ke blog-nya. Saat menjelang tidur, Maylaf masih berada di depan<br />
komputernya untuk mengisi blog-nya. “Saya sudah addict’ nge-blog. Minimal tiga jam sehari,” kata pemain biola Indonesia itu.</p>
<p>Maylaffayza tentu bukan satu-satunya orang yang merasakan blog sebagai “candu”. Jika sehari tidak nge-blog, ada sesuatu yang hilang. Nge-blog atau blogging kini menjadi salah satu bagian kehidupan sehari-hari. Bukan hanya di Indonesia, tetapi di berbagai negara di dunia. Technorati, mesin pencari blog, memperkirakan jumlah blog di seluruh<br />
dunia saat ini lebih dari 88 juta.</p>
<p>Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh melihat perkembangan dunia blog di Indonesia sangat pesat. Jumlah blogger di seluruh Indonesia saat ini 130.000-an. Tahun 2008, Nuh berharap jumlahnya menjadi satu juta.</p>
<p>Mengapa harus nge-blog? Wimar Witoelar mengatakan, mereka yang nge-blog adalah orang-orang yang berani bersikap. “Mereka menulis perasaan, pandangan, dan sikap di blog mereka dengan jujur,” kata Wimar. Sistem politik Indonesia selama bertahun-tahun melarang rakyat bersikap jujur. Namun, dengan blog, orang Indonesia diajak belajar<br />
jujur mengungkapkan pendapat.</p>
<p>Dari 130.000 blog yang dibuat orang Indonesia saat ini, isinya memang masih beragam. Dari mulai catatan harian online yang mengungkapkan kisah cinta sampai pada kolom opini tentang berbagai hal. Bahkan, beberapa blogger memanfaatkan blog sebagai peluang bisnis online.</p>
<p>Sebuah ajang “kopi darat” blogger seluruh Indonesia yang dinamakan “Pesta Blogger 2007″ digelar di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (27/10). Di bioskop itu hadir sekitar 500 blogger dari berbagai komunitas dan kota di Indonesia.</p>
<p>Antusiasme blogger sangat luar biasa. Bayangkan, blogger dari Palu, Sulawesi Tengah, seperti Ruslan Sangaji dan Andi Miswar, sengaja datang ke Jakarta hanya untuk menghadiri Pesta Blogger. Saking nekatnya demi menghadiri acara “kopi darat” ini, Ruslan dan Andi kehabisan uang untuk kembali ke Palu karena harga tiket Makassar-Jakarta melonjak dan mereka kurang memperhitungkan ini. Namun, kesulitan mereka akhirnya teratasi setelah ada yang membantu membelikan tiket pulang.</p>
<p>Akan tetapi, cerita ini menarik. Sama menariknya ketika ada blogger Indonesia yang datang dari Singapura dan Malaysia hanya untuk menghadiri “kopi darat” pertama dan terbesar di Indonesia. Panitia acara mengaku terpaksa menutup pendaftaran karena kapasitas tempat tak cukup lagi.</p>
<p><strong> Hubungan unik</strong></p>
<p>Hubungan antar-blogger juga unik. Enda Nasution, blogger senior,<br />
misalnya, menceritakan, ketika dia bertemu dengan Budi Putra, blogger<br />
senior lainnya, dia merasa hubungan mereka sudah sangat dekat.<br />
Masing-masing sudah saling mengenal karena keduanya sudah membaca isi<br />
blog. Pembicaraan pun lebih akrab. Keunikan pertemanan ala blogger ini<br />
tidak dimiliki komunitas lainnya.</p>
<p>Siapa saja yang nge-blog? Di Indonesia, mereka yang nge-blog mulai<br />
dari pelajar SMP, mahasiswa, pekerja, kaum profesional, selebriti,<br />
sampai CEO dan menteri. Blog anak SMP bercerita seputar kegiatan<br />
ekstrakurikuler OSIS, misalnya. Blog mahasiswa bercerita seputar<br />
aktivitas kemahasiswaan sampai kisah cinta. Blog profesional bisa<br />
macam-macam, bergantung pada latar belakang mereka dan minat<br />
masing-masing. Umumnya, isinya beragam. “Pembaca blog-ku lebih suka<br />
aku menulis aktivitas keseharian dengan bahasa sehari-hari,” kata Fany<br />
Ariasari, penulis buku Pernak-pernik Blog.</p>
<p>Presiden Direktur PT IBM Indonesia Betti Alisjahbana, misalnya,<br />
menggunakan blog sebagai alat kampanyenya meraih posisi Ketua Umum<br />
Ikatan Alumni ITB. Irfan Setiaputra, Managing Director PT Cisco<br />
Indonesia, mengisi blog-nya dengan pandangan dan pendapatnya tentang<br />
hal-hal yang berkaitan dengan pengetahuannya, seperti soal teknologi<br />
internet.</p>
<p>Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengisi blog-nya dalam bahasa Inggris.</p>
<p>Yang menarik, Juwono adalah menteri yang memiliki blog pribadi. Blog<br />
ini memuat opini, minat, pandangan, dan aktivitasnya. Dia mencoba<br />
menulis dalam bahasa Indonesia. Namun, untuk mencapai pembaca yang<br />
lebih luas, dia menulis dalam bahasa Inggris. Meskipun dikelola oleh<br />
anak lelakinya, tetapi blog ini memuat “wajah” Juwono Sudarsono. Blog<br />
ini dibagi dalam lima kategori, yaitu masalah-masalah defence,<br />
development, family, international, dan nation.</p>
<p>Kebebasan blogger Indonesia dijamin oleh Menkominfo Mohammad Nuh. Ini<br />
artinya nasib blogger Indonesia akan lebih baik dibandingkan dengan<br />
blogger di Mesir dan China, misalnya. Blogger di Mesir dan China masuk<br />
penjara karena tulisan-tulisan kritis dan pedas. Nuh berharap tulisan<br />
blogger Indonesia memberi pencerahan dan edukatif, membangkitkan rasa<br />
nasionalisme.</p>
<p>Blog memang bisa disebut catatan harian online, media tempat aktivitas<br />
si pemilik blog terekam di sini. Akan tetapi, blog juga dapat<br />
mencerminkan wajah dan kepribadian pemilik blog sesungguhnya. Di masa<br />
depan, seperti kata blogger Budi Putra, sebuah blog ditentukan oleh<br />
content, oleh isinya.</p>
<p>(http://dedidwitagama.wordpress.com/2007/11/05/88-juta-blogger-130000-di-indonesia/)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/uimwktmudya.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/uimwktmudya.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/uimwktmudya.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/uimwktmudya.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/uimwktmudya.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/uimwktmudya.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/uimwktmudya.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/uimwktmudya.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/uimwktmudya.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/uimwktmudya.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/uimwktmudya.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/uimwktmudya.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/uimwktmudya.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/uimwktmudya.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uimwktmudya.wordpress.com&amp;blog=4769460&amp;post=30&amp;subd=uimwktmudya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://uimwktmudya.wordpress.com/2009/01/11/perkembangan-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/810d3f7e5506029b967aeda3eb71a9d5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">uimwktmudya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ponsel sebagai teknologi budaya dan budaya teknologi</title>
		<link>http://uimwktmudya.wordpress.com/2009/01/09/ponsel-sebagai-teknologi-budaya-dan-budaya-teknologi/</link>
		<comments>http://uimwktmudya.wordpress.com/2009/01/09/ponsel-sebagai-teknologi-budaya-dan-budaya-teknologi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 05:10:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uimwktmudya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://uimwktmudya.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, (Weekly Review) Adalah sebuah teknologi bernama telepon selular (ponsel), yang kemudian melahirkan sebuah budaya baru bagi masyarakat di dunia yang sudah sangat renta ini, yaitu “budaya mobilitas” (culture of mobility). Budaya bergerak inilah yang kemudian menginspirasikan sekian banyak para pemuja piranti teknologi informasi (TI) untuk dapat berkomunikasi kapan dan di mana saja. Bahkan salah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uimwktmudya.wordpress.com&amp;blog=4769460&amp;post=28&amp;subd=uimwktmudya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="p-con">
<div class="snap_preview">
<p>Jakarta, (Weekly Review) Adalah sebuah teknologi bernama telepon selular (ponsel), yang kemudian melahirkan sebuah budaya baru bagi masyarakat di dunia yang sudah sangat renta ini, yaitu “budaya mobilitas” (culture of mobility). Budaya bergerak inilah yang kemudian menginspirasikan sekian banyak para pemuja piranti teknologi informasi (TI) untuk dapat berkomunikasi kapan dan di mana saja. Bahkan salah satu produsen ponsel terkemuka, menjadikan budaya mobilitas tersebut sebagai salah satu pameo budaya kerja mereka.</p>
<p>Para penganut budaya mobilitas percaya bahwa ruang dan waktu tidak lagi menjadi sesuatu batasan dalam bekerja, berkomunikasi dan beraktifitas. Dengan mengadopsi budaya mobilitas, kantor Anda adalah diri Anda sendiri. Kantor Anda ter-embedded pada diri Anda, kemanapun Anda pergi.</p>
<p>Anda bahkan bisa “melipat dunia”, hanya bermodalkan sebuah ponsel. Teleworking, telecommuting, teleconference dan bertele-tele lainnya, kini sudah bisa dilayani oleh ponsel. Tentunya ponselnya juga harus yang canggih punya, bukan yang sekelas “jutaan umat” pada beberapa tahun silam yang laris-manis walaupun keunggulannya hanya pada game uler-uleran-nya.</p>
<p>Kini ponsel dengan kelengkapan kamera untuk still image hingga video, dengan resolusi yang semakin membaik, adalah pilihan bagi mereka yang berduit cukupan. Bluetooth dan MMS pun adalah suatu keharusan ketika mereka memutuskan untuk membeli ponsel. Digunakan atau tidak itu urusan nanti, mungkin ngerti fungsi dan memfungsikannya pun tidak. Pokoknya, nge-trend gitu lho!</p>
<p>Celakanya, suatu budaya tak lebih dari sekedar hasil kreasi akal-budi manusia yang kerap tak dilengkapi dengan “buku manual”, termasuk budaya mobilitas tersebut. Sehingga mereka yang hidup di dan dengan budaya tersebut kemudian mudah menjadi gamang ketika menyadari bahwa bersama budaya mobilitas ternyata ikut pula terbawa beberapa dampak yang dapat memukul balik para pengikutnya. Mereka tak siap menghadapinya.</p>
<p>Budaya mobilitas (baca: ponsel) ternyata juga “menabrak” pakem privasi, yaitu dengan nyasarnya konten pornografi hingga ke tempat privat dan nyasarnya konten privat hingga ke tempat publik.</p>
<p>Konten Porno ke Tempat Privat</p>
<p>Untuk dampak yang pertama, yaitu nyasarnya konten pornografi hingga ke tempat privat, ini sempat menjadi headline di tabloid Nakita (nomor 316, tahun VII, 23 April 2005) beberapa waktu lalu. Diberitakan dalam tabloid tersebut, bahwa anak-anak usia dini yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), sangat rentan terpapar konten pornografi melalui ponsel yang dibawanya. “Pornografi di Ponsel Anak, Banyak Anak SD Jadi Sasaran!”, demikian tabloid tersebut menuliskan besar-besar judul beritanya pada halaman depan.</p>
<p>Memang dengan membekali ponsel ke anak, orang tua akan bisa selalu berkomunikasi kapan saja dengan anaknya. Masalahnya, baik orang tua maupun si anak ternyata tidak terlalu paham tentang fitur-fitur ponsel. Walhasil, si anak dibekali ponsel yang tercanggih, lengkap dengan fasilitas MMS-nya, yang kemudian menjadi salah satu target konten porno yang nyasar.<br />
Ponsel sebagai sarana komunikasi yang paling privat antara orangtua dan anak, pun ternyata dapat dikotori dengan konten-konten porno dari antah-berantah.</p>
<p>Padahal urusannya simpel saja. Jangan berikan ponsel yang canggih untuk digunakan oleh anak. Berikan saja ponsel dengan fitur paling minim, cukup telepon dan SMS saja. Paling banter harga barunya hanya setengah jutaan saja. Daripada memanjakan anak dengan teknologi tercanggih, yang akhirnya malah jadi berabe.</p>
<p>Konten Privat ke Tempat Publik</p>
<p>Kemudian, dampak kedua ini juga tidak kalah seru. Kini di Internet semakin banyak berseliweran gambar-gambar (still image) ataupun cuplikan video (video clip) dengan konten lokal yang cukup “panas”! Konten-konten tersebut kuat diduga diambil dengan menggunakan fasilitas kamera pada yang sudah built-in pada banyak ponsel keluaran terkini.</p>
<p>Misalnya ada sebuah video clip yang menggambarkan suasana di dalam ruang kelas dengan beberapa siswi menggunakan baju seragam berlambang OSIS, kemudian saling mempertunjukkan beberapa bagian tubuh mereka yang sebelumnya tertutup oleh baju seragam. Beberapa mailing-list (milis) yang turut mendistribusikan konten-konten tersebut kerap mempercayai bahwa para obyek dalam konten tersebut adalah siswi SMU negeri yang cukup terkenal di Jakarta.</p>
<p>Selain itu, kini tengah heboh penyebaran konten video clip seseorang perempuan yang diklaim sangat mirip Mawar, juara 2 AFI. Bahkan banyak pula yang yakin bahwa obyek dalam video clip tersebut memang benar Mawar itu sendiri. Dalam konten tersebut si perempuan tengah dilulur dan tampak setengah badan ke atas tanpa busana. Sembari dilulur, ada seorang rekannya yang merekam menggunakan sebuah ponsel dan tampak akrab bercakap-cakap dengan perempuan tersebut. Tablod Star Nova (nomor 142, tahun III, Mei 2005) bahkan memajang besar-besar judul “Adegan Panas Mawar AFI Beredar!” pada halaman depannya.</p>
<p>Yang menarik dari kedua contoh di atas adalah, bahwa baik antara si perekam gambar maupun pihak yang direkam gambarnya, ternyata sama-sama saling kenal, berinteraksi secara langsung saat penggambilan gambar dan tampak tidak adanya unsur paksaan. Dan bukan tidak mungkin, para pihak yang terlibat tersebut memang tidak pernah punya itikad untuk menyebarluaskan “hasil karya” mereka. Toh memang tidak salah ketika berkreasi sesuatu untuk koleksi pribadi atau terbatas.</p>
<p>Lalu mengapa koleksi pribadi tersebut bisa meluncur bebas di Internet? Salah satu hasil analisis yang masuk akal adalah karena koleksi tersebut “dicuri”. Karena dengan berbagai trik yang tidak terlalu sulit, kini konten apapun yang ada di ponsel berfitur canggih, akan dapat disadap. Lupa mematikan fitur bluetooth di tempat umum misalnya, ditambah dengan sedikit kecerobohan dalam menjawab pesan yang muncul di layar ponsel, akan mengakibatkan seluruh isi ponsel dapat dikopi oleh seseorang yang antah-berantah.</p>
<p>Mobilitas vs Permisifitas</p>
<p>Kalau sudah begini keadaannya, maka tak ada hal lain yang bisa kita lakukan, selain lebih cerdas dalam memilih dan menggunakan teknologi. Sekedar mengikuti tren tanpa pengetahuan yang cukup, sama saja bunuh diri. Memang kita lebih senang mengutuk para pelaku penyebaran konten privat ke tempat publik atau konten porno ke tempat privat. Dan konyolnya, bukan bualan jika akhirnya teknologi yang disalahkan.</p>
<p>Padahal teknologi adalah sekedar alat pemutar suatu budaya, budaya mobilitas. Dan memang akhirnya yang namanya mobilitas bukan lagi sekedar pada pelakunya, tetapi juga pada kontennya. Ketika Anda memilih hidup pada budaya mobilitas ini, maka batasan antara privasi ataupun ruang privat menjadi kabur. Privasi adalah hal yang kian hari kian diperjuangkan oleh banyak orang, tetapi di saat yang bersamaan keberadaan teknologi seolah berada pada garis yang berseberangan.</p>
<p>Untuk itu, tak ada salahnya jika kita pahami bahwa dalam budaya mobilitas, yang bergerak (mobile) selain pelaku dan kontennya, juga tingkat permisifitas kita. Kita semakin “dipaksa” untuk memaklumi bahwa privasi haruslah digadaikan dalam budaya mobilitas. Dan ini berarti termasuk privasi anak-anak dan para remaja kita! Mudah-mudahan deskripsi pada paragraf terakhir ini tidak pernah terjadi.</p>
<p>Sumber: http://qofarjoernalizt.blogspot.com/</p></div>
</div>
<p><!--End Post--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/uimwktmudya.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/uimwktmudya.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/uimwktmudya.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/uimwktmudya.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/uimwktmudya.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/uimwktmudya.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/uimwktmudya.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/uimwktmudya.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/uimwktmudya.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/uimwktmudya.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/uimwktmudya.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/uimwktmudya.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/uimwktmudya.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/uimwktmudya.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uimwktmudya.wordpress.com&amp;blog=4769460&amp;post=28&amp;subd=uimwktmudya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://uimwktmudya.wordpress.com/2009/01/09/ponsel-sebagai-teknologi-budaya-dan-budaya-teknologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/810d3f7e5506029b967aeda3eb71a9d5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">uimwktmudya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Telepon Seluler</title>
		<link>http://uimwktmudya.wordpress.com/2008/12/17/perkembangan-telepon-seluler/</link>
		<comments>http://uimwktmudya.wordpress.com/2008/12/17/perkembangan-telepon-seluler/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 08:29:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uimwktmudya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://uimwktmudya.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[perkembangan telepon seluler serta dampaknya 3G. Perkembangan fasilitas telepon seluler di Indonesia saat ini memang lebih terlambat dibanding dengan negara-negara berkembang yang lainnya. Akan tetapi daya beli akan telepon seluler di Indonesia sangatlah tinggi. Kebutuhan akan sesuatu yang baru tentang adanya perkembangan tekhnologi telepon seluler sangat ditunggu-tunggu. Berikut ini merupakan perkembangan dari fasilitas telepon seluler, adapun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uimwktmudya.wordpress.com&amp;blog=4769460&amp;post=24&amp;subd=uimwktmudya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>perkembangan telepon seluler serta dampaknya</h2>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:x-large;">3G. </span></span></strong><span style="font-family:Times New Roman;">Perkembangan fasilitas telepon seluler di Indonesia saat ini memang lebih terlambat dibanding dengan negara-negara berkembang yang lainnya. Akan tetapi daya beli akan telepon seluler di Indonesia sangatlah tinggi. Kebutuhan akan sesuatu yang baru tentang adanya perkembangan tekhnologi telepon seluler sangat ditunggu-tunggu. Berikut ini merupakan perkembangan dari fasilitas telepon seluler, adapun yaitu:</span></p>
<ul>
<li><span style="font-family:Times New Roman;">Generasi pertama</span></li>
</ul>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman;">Generasi pertama telepon seluler bergerak dengan menggunakan teknologi analog seperti AMPS(Advance Mobile Phone Service), Total Access Communications System (TACS), dan Nordic Mobile Telephone (NMT) mulai diperkenalkan.</span></p>
<ul>
<li><span style="font-family:Times New Roman;">Generasi kedua</span></li>
</ul>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman;">Pada perkembangan telepon seluler dari generasi pertama ke generasi kedua yang membedakan adalah bahwa generasi kedua menggunakan GSM (Global System for Mobile Communications) dan CDMA (Code Division Multiple Access). Keduanya memberikan layanan selangkah lebih maju dengan teknologi digital yang dimiliki dan kemampuan mentransfer data. Kehadiran 2G kemudian diikuti oleh teknologi GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE (Enhance Data rates for GSM Evolution) yang memiliki kecepatan pengiriman data lebih baik. </span></p>
<ul>
<li><span style="font-family:Times New Roman;">Generasi ketiga</span></li>
</ul>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman;">Munculnya teknologi telepon seluler generasi ketiga yang mampu mentransfer suara, data dan gambar dalam kecepatan tinggi, hingga 2 Mbps(megabyte per second). Kemudahan yang diberikan tidak juga  kemampuan yang ada pada 3G tersebut akan tetapi adanya manfaat ataupun fasilitas yang ada pada telepon seluler tersebut. Kanal 3G bisa dimanfaatkan untuk pendistribusian file audiomaupun video yang bermuata edukasi yang biasa digunakan oleh para pendidik.</span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kehadiran 3G tentunya diharapkan akan memberikan sebuah solusi dalam permasalahan akses informasi. Berikut ini merupakan fasilitas yang diberikan pada telepon seluler generasi ketiga ini (3G), terdapat video call serta video conference, SMS, MMS, kamera handset, ring back tone maupun video ring tone, radio streaming, dan mobile-TV.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman;">Namun demikian seperti yang kita pahami, setiap hal baru yang masuk ke masyarakat pasti membawa dampak ataupun perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat. Dampak yang didapat para pengguna telepon seluler terhadap perkembangan telepon seluler adapun sebagai berikut:</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="text-decoration:underline;">Dampak positifnya</span></span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kemudahan 	dalam berinteraksi serta mengakses sebuah informasi.</span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Times New Roman;">Memberikan sebuah efektifitas 	dalam berbagai sisi kehidupan masyarakat.</span></li>
</ul>
<p><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="text-decoration:underline;">Dampak negatifnya</span></span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bagi 	dunia akademisi, hal tersebut dapat dimanfaatkan oleh para siswa 	yang mempunyai kebiasaan yang buruk dengan fasilitas yang lengkap 	dan mudah sehingga dapat memuluskan langkah mereka.</span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Times New Roman;">Gaya hidup konsumerisme mulai 	bermunculan</span></li>
</ul>
<p style="margin-bottom:0;">(<a href="http://trinavasthi.wordpress.com/2007/04/15/perkembangan-telepon-seluler-serta-dampaknya/">http://trinavasthi.wordpress.com/2007/04/15/perkembangan-telepon-seluler-serta-dampaknya/</a>)</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/uimwktmudya.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/uimwktmudya.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/uimwktmudya.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/uimwktmudya.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/uimwktmudya.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/uimwktmudya.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/uimwktmudya.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/uimwktmudya.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/uimwktmudya.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/uimwktmudya.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/uimwktmudya.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/uimwktmudya.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/uimwktmudya.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/uimwktmudya.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uimwktmudya.wordpress.com&amp;blog=4769460&amp;post=24&amp;subd=uimwktmudya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://uimwktmudya.wordpress.com/2008/12/17/perkembangan-telepon-seluler/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/810d3f7e5506029b967aeda3eb71a9d5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">uimwktmudya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Televisi</title>
		<link>http://uimwktmudya.wordpress.com/2008/12/17/sejarah-televisi/</link>
		<comments>http://uimwktmudya.wordpress.com/2008/12/17/sejarah-televisi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 08:26:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uimwktmudya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://uimwktmudya.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[SEJARAH PERKEMBANGAN TELEVISI Pada tahun 1962 menjadi tonggak pertelevisian Nasional Indonesia dengan berdiri dan beroperasinya TVRI. Pada perkembangannya TVRI menjadi alat strategis pemerintah dalam banyak kegiatan, mulai dari kegiatan sosial hingga kegiatan-kegiatan politik. Selama beberapa decade TVRI memegang monopoli penyiaran di Indonesia, dan menjadi “ corong “ pemerintah. Sejak awal keberadaan TVRI, siaran berita menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uimwktmudya.wordpress.com&amp;blog=4769460&amp;post=21&amp;subd=uimwktmudya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://wa2npo3nya.blogspot.com/2008/01/menurut-saya-iklan-yang-tidak-sesuai.html">SEJARAH PERKEMBANGAN TELEVISI</a></h3>
<p>Pada tahun 1962 menjadi tonggak pertelevisian Nasional Indonesia dengan berdiri dan beroperasinya TVRI. Pada perkembangannya TVRI menjadi alat strategis pemerintah dalam banyak kegiatan, mulai dari kegiatan sosial hingga kegiatan-kegiatan politik. Selama beberapa decade TVRI memegang monopoli penyiaran di Indonesia, dan menjadi “ corong “ pemerintah. Sejak awal keberadaan TVRI, siaran berita menjadi salah satu andalan. Bahkan Dunia dalam Berita dan Berita Nasional ditayangkan pada jam utama. Bahkan Metro TV menjadi stasiun TV pertama di Indonesia yang fokus pada pemberitaan, layaknya CNN atau Al-Jazeera. Pada awalnya, persetujuan untuk mendirikan televisi hanya dari telegram pendek Presiden Soekarno ketika sedang melawat ke Wina, 23 Oktober 1961.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Sulit dibayangkan bagiamana repotnya dan susahnya ketika itu, karena bahkan untuk memlilih peralatan yang mana dari perusahaan apa, masih serba menerka. Dalam perkembangannya, TV swasta melahirkan siaran berita yang lebih variatif. Siaran berita yang bersifat straight news, seperti Liputan 6 (SCTV), Metro Malam (Metro TV), dan Seputar Indonesia (RCTI) tidak jadi satu-satunya pakem berita televisi. Kurang dalamnya straight news disiasati stasiun TV dengan tayang depth reporting, yang mengulas suatu berita secara lebih mendalam. Tayangan itu antara lain Metro Realitas (Metro TV), Derap Hukum dan Sigi (SCTV) dan Kupas Tuntas (Trans TV). Sementara itu, berita kriminal mendapat tempat tersendiri dalam dunia pemberitaan televisi, sebutlah Buser (SCTV), Sergap (RCTI) dan Patroli (Indosiar). Tonggak kedua dunia pertelevisian adalah pada tahun 1987, yaitu ketika diterbitkannya Keputusan Menteri Penerangan RI Nomor : 190 A/ Kep/ Menpen/ 1987 tentang siaran saluran terbatas, yang membuka peluang bagi televisi swasta untuk beroperasi. Seiring dengan keluarnya Kepmen tersebut, pada tanggal 24 agustus 1989 televisi swasta, RCTI, resmi mengudara, dan tahun-tahun berikutnya bermunculan stasiun-stasiun televisi swasta baru, berturut-turut adalah SCTV ( 24/8/90 ), TPI ( 23/1/1991 ), Anteve ( 7/3/1993 ), indosiar ( 11/1/1995 ), metro TV ( 25/11/2000 ), trans TV ( 25/11/2001 ), dan lativi ( 17/1/2002 ). Selain itu, muncul pula TV global dan TV 7. jumlah stasiun televisi swasta Nasional tersebut belum mencakup stasiun televisi lokal – regional..<br />
Maraknya komunitas televisi swasta membawa banyak dampak dalam kehidupan masyarakat, baik positif atau negatif. Kehadiran mereka pun sering menimbulkan pro dan kontra dalam masyarakat. Pada satu sisi masyarakat dipuaskan oleh kehadiran mereka yang menayangkan hiburan dan memberikan informasi, namun di sisi lain mereka pun tidak jarang menuai kecaman dari masyarakat karena tayangan-tayangan mereka yang kurang bisa diterima oleh masyarakat ataupun individu-individu tertentu. Bagaimanapun juga, televisi telah menjadi sebuah keniscayaan dalam masyarakat dewasa ini. Kemampuan televisi yang sangat menakjubkan untuk menembus batas-batas yang sulit ditembus oleh media masa lainnya. Televisi mampu menjangkau daerah-daerah yang jauh secara geografis, ia juga hadir di ruang-ruang publik hingga ruang yang sangat pribadi. Televisi merupakan gabungan dari media dengar dan gambar hidup ( gerak atau live ) yang bisa bersifat politis, informatif, hiburan, pendidikan, atau bahkan gabungan dari ketiga unsur tersebut. Oleh karena itu, ia memiliki sifat yang sangat istimewa.<br />
Kemampuan televisi yang luar biasa tersebut sangat bermanfaat bagi banyak pihak, baik dari kalangan ekonomi, hingga politik. Bagi kalangan ekonomi televisi sering dimanfaatkan sebagai media iklan yang sangat efektif untuk memperkenalkan produk pada konsumen. Sementara, bagi kalangan politik, televisi sering dimanfaatkan sebagai media kampanye untuk menggalang masak, contohnya adalah, banyak pihak yang menilai kemenangan SBY di Indonesia dan JFK di Amerika sebagai presiden adalah karena kepiawaian mereka memenfaatkan media televisi. Belakangan, televisi pun sering dimanfaatkan oleh pemerintah sebagai media sosialisasi sebuah kebijakan yang akan di ambil kepada masyarakat luas, seperti yang belakangan adalah sosialisasi tentang kenaikan harga BBM dan tarip dasar listrik. Kehadiran televisi banyak memberi pengaruh positif dalam masyarakat, terutama yang terkait dengan kemampuannya untuk menyebar informasi yang cepat dan dapat diterima dalam wilayah yang sangat luas pada waktu yang singkat. Hasil penelitian MRI ( 2001 ) terhadap para ibu yang diungkapkan oleh Puspito ( Almira-online ) menyebutkan bahwa siaran televisi memberikan dampak positif bagi anak-anak mereka. Diantara dampak positif tersebut adalah menambah wawasan anak, anak menjadi lebih cerdas, anak dapat membedakan yang baik dan jahat, serta dapat mengembangkan keterampilan anak. Dampak negatif yang ia lihat pada anak mereka, yaitu berperilaku keras, moralitas negatif, anak pasif, dan tidak kreatif nilai sekolah rendah, kecanduan menonton, dan perilaku konsumtif.</p>
<p>• SEJARAH TELEVISI LOKAL<br />
Penyiaran saat ini tidak lagi menjadi monopoli Jakarta. Fenomena menjamurnya televisi lokal di berbagai daerah dapat dijadikan indikator telah menyebarnya sumber daya penyiaran. Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), sebuah organisasi tempat bergabungnya televisi lokal yang berdiri pada 26 Juli 2002, hingga saat ini telah menghimpun sebanyak 23 industri televisi lokal. Anggotanya tersebar di berbagai daerah di Indonesia, ada Bandung TV di Bandung, Bali TV di Bali, Riau TV di Pekanbaru Riau, dan berbagai daerah lainnya. Belum lagi keberadaan televisi lokal lainnya yang belum terdata sama sekali. Dapat dibayangkan betapa ramainya udara Indonesia di masa yang akan datang dengan maraknya televisi lokal yang akan bermunculan. menggeliatnya perkembangan televisi lokal tidak seindah yang dibayangkan. Televisi lokal yang sudah beroperasi banyak yang berjibaku dengan masalah internalnya, dari persoalan buruknya manajemen, baik manajemen sumber daya manusianya maupun manajemen keuangannya, hingga pada persoalan sulitnya mendapatkan share iklan.<br />
Iklan merupakan masalah tersendiri yang cukup membuat gelisah para pengelola sebagian besar televisi lokal. Potret buruknya sistem manajemen sebagian televisi lokal dapat dilihat dalam peristiwa protes karyawan salah satu televisi lokal yang terjadi di tahun 2005. Protes karyawan dilatarbelakangi karena rendahnya upah yang diterima serta tidak adanya kepastian kerja bagi mereka. Tumpuan harapan<br />
Publik sesungguhnya menaruh harapan begitu tinggi terhadap televisi lokal. Kehadirannya di belantika penyiaran diharapkan dapat memberi alternatif tontonan dan dapat mengakomodasi khazanah lokalitas yang saat ini kurang tertampung dalam tayangan televisi Zaman telah berubah, konsentrasi media dan pemusatan modal ingin dihilangkan. Walau tidak bisa dilakukan secara langsung, keinginan menyebar sumber daya itu akan dilakukan secara bertahap seiring dengan penataan sistem dan regulasinya. Ini merupakan berkah yang patut disyukuri masyarakat daerah.<br />
Bila keadaan ini terus berjalan sesuai harapan, geliat industri penyiaran di daerah akan berkembang dan orang tidak lagi melihat Jakarta sebagai pusat peradaban penyiaran. Peradaban penyiaran lambat laun akan tumbuh di berbagai daerah. Fenomena ini mungkin hampir sama dengan keadaan pada zaman Yunani kuno. Di sana polis- polis berkembang dan kebudayaan tidak terpusat di suatu tempat. Tanggung jawab pengelola<br />
Banyaknya masalah yang dihadapi oleh industri televisi lokal menuntut perhatian dan upaya untuk mengatasinya. Hal ini bukan hanya menjadi tanggung jawab regulator penyiaran, melainkan juga menjadi tanggung jawab pengelola televisi lokal itu sendiri. Dari sudut regulator diharapkan ada regulasi atau kebijakan yang memihak terhadap tumbuhkembangnya televisi lokal.<br />
Pemihakan itu kemudian dituangkan dalam produk peraturan. Dari sisi televisi lokal, harus segera dilakukan upaya, antara lain pertama, televisi lokal harus mampu menciptakan keunikan dari program siaran yang dikelolanya. Bila hal ini dapat dilakukan, setidaknya televisi lokal dapat membangun posisi tawar di hadapan televisi Jakarta dan dapat meraih pemirsa daerah yang selama ini menjadi penonton loyal televisi local. Bila televisi lokal telah menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri, rasanya cita-cita mewujudkan sistem penyiaran nasional yang berkeadilan bukanlah sebuah impian yang utopis.<br />
Pada era otonomi daerah, peran media massa makin urgen. Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 yang direvisi menjadi Undang-Undang No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah lebih menitikberatkan pada partisipasi dan kontrol masyarakat serta pemberdayaan institusi lokal. Salah satu upaya yang harus dilakukan demi suksesnya otonomi daerah adalah mengoptimalkan peran institusi lokal nonpemerintah, seperti media massa. Strategi komunikasi yang berkembang pun tidak lagi centrist vertical seperti pada masa Orde Baru. Pada masa itu, media massa hanya menjadi corong komunikator puncak yang duduk di jabatan tertinggi pemerintahan sehingga informasi yang beredar pun hanya untuk kepentingan pemerintahan. Sementara itu, masyarakat diposisikan hanya sebagai komunikan yang dijejali dengan berbagai propaganda. Di Indonesia saat ini sudah berkembang startegi komunikasi two way traffic yang dalam pandangan Peterson dan Burnett, telah terjadi komunikasi vertikal downward communication dan upward communication.<br />
Realitas tersebut merupakan angin surga bagi kehidupan media massa di tanah air. Setidaknya, media massa pada orde ini dapat lebih memberdayakan dirinya sembari tetap mempertahankan empat fungsi pokoknya, yakni, memberikan informasi (to inform), menjadi media pendidikan (to educate), sarana hiburan bagi masyarakat (to entertain), dan kontrol sosial (social control). Keempat fungsi pokok tersebut harus dikayuh dalam bingkai-bingkai norma yang berlaku, baik norma hukum, norma agama, norma susila, maupun norma kesopanan.</p>
<p style="margin-bottom:0;">(<a href="http://wa2npo3nya.blogspot.com/2008/01/menurut-saya-iklan-yang-tidak-sesuai.html">http://wa2npo3nya.blogspot.com/2008/01/menurut-saya-iklan-yang-tidak-sesuai.html</a>)</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/uimwktmudya.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/uimwktmudya.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/uimwktmudya.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/uimwktmudya.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/uimwktmudya.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/uimwktmudya.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/uimwktmudya.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/uimwktmudya.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/uimwktmudya.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/uimwktmudya.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/uimwktmudya.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/uimwktmudya.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/uimwktmudya.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/uimwktmudya.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uimwktmudya.wordpress.com&amp;blog=4769460&amp;post=21&amp;subd=uimwktmudya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://uimwktmudya.wordpress.com/2008/12/17/sejarah-televisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/810d3f7e5506029b967aeda3eb71a9d5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">uimwktmudya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Televisi</title>
		<link>http://uimwktmudya.wordpress.com/2008/12/17/perkembangan-televisi/</link>
		<comments>http://uimwktmudya.wordpress.com/2008/12/17/perkembangan-televisi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 08:22:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uimwktmudya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://uimwktmudya.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Televisi TV LCD merk Philips Televisi adalah sebuah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang mempunyai arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia &#8216;televisi&#8217; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uimwktmudya.wordpress.com&amp;blog=4769460&amp;post=18&amp;subd=uimwktmudya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 class="western"><a name="siteSub"></a>Televisi</h1>
<div id="bodyContent" dir="ltr">
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:CeBIT_2006_Philips_3D_Display_42_3D6W01_WOW_Richardson_Electronics_KUKFilm_1298_by_HDTVTotalDOTcom.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f7/CeBIT_2006_Philips_3D_Display_42_3D6W01_WOW_Richardson_Electronics_KUKFilm_1298_by_HDTVTotalDOTcom.jpg/180px-CeBIT_2006_Philips_3D_Display_42_3D6W01_WOW_Richardson_Electronics_KUKFilm_1298_by_HDTVTotalDOTcom.jpg" border="0" alt="" width="180" height="135" align="bottom" /></a></p>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:CeBIT_2006_Philips_3D_Display_42_3D6W01_WOW_Richardson_Electronics_KUKFilm_1298_by_HDTVTotalDOTcom.jpg"><span style="color:#000080;"><img src="http://upload.wikimedia.org/skins/common/images/magnify-clip.png" border="1" alt="" width="15" height="11" align="bottom" /></span></a></p>
<p>TV LCD merk Philips</p>
<p><strong>Televisi</strong> adalah sebuah alat penangkap siaran bergambar. 	Kata televisi berasal dari kata <em>tele</em> dan <em>vision</em>; yang 	mempunyai arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi 	televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan 	televisi disejajarkan dengan penemuan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Roda">roda</a>, 	karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia 	&#8216;televisi&#8217; secara tidak formal disebut dengan TV, <em><strong>tivi</strong></em>, 	<em><strong>teve</strong></em> atau <em><strong>tipi</strong></em>.</p>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Braun_HF_1.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ee/Braun_HF_1.jpg/180px-Braun_HF_1.jpg" border="0" alt="" width="180" height="236" align="bottom" /></a></p>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Braun_HF_1.jpg"><span style="color:#000080;"><img src="http://upload.wikimedia.org/skins/common/images/magnify-clip.png" border="1" alt="" width="15" height="11" align="bottom" /></span></a></p>
<p style="margin-bottom:0;"><a name="toc"></a>TV Braun HF1 Jerman 	tahun 1959</p>
<h2>Perkembangan</h2>
<p>Dalam penemuan televisi (tv), terdapat banyak pihak, penemu 	maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun badan usaha. 	Televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun. 	Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, 	hukum <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gelombang_elektromagnetik">gelombang 	elektromagnetik</a> yang ditemukan oleh <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Joseph_Henry&amp;action=edit&amp;redlink=1">Joseph 	Henry</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Michael_Faraday">Michael 	Faraday</a> (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1831">1831</a>) 	yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.</p>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1876">1876</a> &#8211; 		<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=George_Carey&amp;action=edit&amp;redlink=1">George 		Carey</a> menciptakan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Selenium_camera&amp;action=edit&amp;redlink=1"><em>selenium 		camera</em></a> yang digambarkan dapat membuat seseorang <em>melihat 		gelombang <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Listrik">listrik</a></em>. 		Belakangan, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eugen_Goldstein">Eugen 		Goldstein</a> menyebut tembakan gelombang sinar dalam tabung hampa 		itu dinamakan sebagai <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sinar_katoda&amp;action=edit&amp;redlink=1"><em>sinar 		katoda</em></a>.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1884">1884</a> &#8211; <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Paul_Nipkov&amp;action=edit&amp;redlink=1">Paul 		Nipkov</a>, Ilmuwan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jerman">Jerman</a>, 		berhasil mengirim gambar elektronik menggunakan kepingan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Logam">logam</a> yang disebut <em><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teleskop">teleskop</a> elektrik</em> dengan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Resolusi">resolusi</a> 18 garis.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1888">1888</a> &#8211; 		<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Freidrich_Reinitzeer&amp;action=edit&amp;redlink=1">Freidrich 		Reinitzeer</a>, ahli <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Botani">botani</a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Austria">Austria</a>, 		menemukan cairan kristal (<em>liquid crystals</em>), yang kelak 		menjadi bahan baku pembuatan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/LCD">LCD</a>. 		Namun LCD baru dikembangkan sebagai layar 60 tahun kemudian.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1897">1897</a> &#8211; 		Tabung Sinar Katoda (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/CRT">CRT</a>) 		pertama diciptakan ilmuwan Jerman, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karl_Ferdinand_Braun">Karl 		Ferdinand Braun</a>. Ia membuat CRT dengan layar berpendar bila 		terkena sinar. Inilah yang menjadi dassar televisi layar tabung.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1900">1900</a> &#8211; 		Istilah <em>Televisi</em> pertama kali dikemukakan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Constatin_Perskyl&amp;action=edit&amp;redlink=1">Constatin 		Perskyl</a> dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rusia">Rusia</a> pada acara <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=International_Congress_of_Electricity&amp;action=edit&amp;redlink=1">International 		Congress of Electricity</a> yang pertama dalam Pameran Teknologi 		Dunia di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paris">Paris</a>.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1907">1907</a> &#8211; 		<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Campbell_Swinton&amp;action=edit&amp;redlink=1">Campbell 		Swinton</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Boris_Rosing&amp;action=edit&amp;redlink=1">Boris 		Rosing</a> dalam percobaan terpisah menggunakan sinar katoda untuk 		mengirim gambar.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1927">1927</a> &#8211; <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Philo_T_Farnsworth&amp;action=edit&amp;redlink=1">Philo 		T Farnsworth</a> ilmuwan asal <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Utah">Utah</a>, 		<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat">Amerika 		Serikat</a> mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21 		tahun. Gagasannya tentang <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Image_dissector_tube&amp;action=edit&amp;redlink=1"><em>image 		dissector tube</em></a> menjadi dasar kerja televisi.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1929">1929</a> &#8211; 		<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vladimir_Zworykin">Vladimir 		Zworykin</a> dari Rusia menyempurnakan tabung katoda yang dinamakan 		<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kinescope&amp;action=edit&amp;redlink=1"><em>kinescope</em></a>. 		Temuannya mengembangkan teknologi yang dimiliki CRT.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1940">1940</a> &#8211; <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Peter_Goldmark&amp;action=edit&amp;redlink=1">Peter 		Goldmark</a> menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 		343 garis.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1958">1958</a> &#8211; 		Sebuah karya tulis ilmiah pertama tentang <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/LCD">LCD</a> sebagai tampilan dikemukakan Dr. <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Glenn_Brown&amp;action=edit&amp;redlink=1">Glenn 		Brown</a>.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1964">1964</a> &#8211; 		Prototipe sel tunggal display <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi_Plasma">Televisi 		Plasma</a> pertamakali diciptakan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Donald_Bitzer&amp;action=edit&amp;redlink=1">Donald 		Bitzer</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gene_Slottow&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gene 		Slottow</a>. Langkah ini dilanjutkan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Larry_Weber&amp;action=edit&amp;redlink=1">Larry 		Weber</a>.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1967">1967</a> &#8211; <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=James_Fergason&amp;action=edit&amp;redlink=1">James 		Fergason</a> menemukan teknik <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Twisted_nematic&amp;action=edit&amp;redlink=1"><em>twisted 		nematic</em></a>, layar LCD yang lebih praktis.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1968">1968</a> &#8211; Layar 		LCD pertama kali diperkenalkan lembaga <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/RCA">RCA</a> yang dipimpin <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=George_Heilmeier&amp;action=edit&amp;redlink=1">George 		Heilmeier</a>.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1975">1975</a> &#8211; <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Larry_Weber&amp;action=edit&amp;redlink=1">Larry 		Weber</a> dari <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Universitas_Illionis&amp;action=edit&amp;redlink=1">Universitas 		Illionis</a> mulai merancang layar plasma berwarna.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1979">1979</a> &#8211; Para 		Ilmuwan dari perusahaan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kodak&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kodak</a> berhasil menciptakan tampilan jenis baru <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Organic_light_emitting_diode&amp;action=edit&amp;redlink=1"><em>organic 		light emitting diode</em></a> (OLED). Sejak itu, mereka terus 		mengembangkan jenis televisi OLED. Sementara itu, <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Walter_Spear&amp;action=edit&amp;redlink=1">Walter 		Spear</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Peter_Le_Comber&amp;action=edit&amp;redlink=1">Peter 		Le Comber</a> membuat display warna LCD dari bahan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Thin_film_transfer&amp;action=edit&amp;redlink=1"><em>thin 		film transfer</em></a> yang ringan.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1981">1981</a> &#8211; 		<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_televisi">Stasiun 		televisi</a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang">Jepang</a>, 		<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/NHK">NHK</a>, 		mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi mencapai 1.125 		garis.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1987">1987</a> &#8211; Kodak 		mematenkan temuan OLED sebagai peralatan display pertama kali.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1995">1995</a> &#8211; 		Setelah puluhan tahun melakukan penelitian, akhirnya proyek layar 		plasma Larry Weber selesai. Ia berhasil menciptakan layar plasma 		yang lebih stabil dan cemerlang. Larry Weber kemudian megadakan 		riset dengan investasi senilai 26 juta dolar Amerika Serikat dari 		perusahaan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Matsushita&amp;action=edit&amp;redlink=1">Matsushita</a>.</li>
</ul>
<ul>
<li>dekade <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/2000">2000</a>- 		Masing masing jenis teknologi layar semakin disempurnakan. Baik 		LCD, Plasma maupun CRT terus mengeluarkan produk terakhir yang 		lebih sempurna dari sebelumnya.</li>
</ul>
<p>Memang benar banyak sebagian orang mengatakan kalau gambar yang 	dihasilkan TV LCD dan Plasma memiliki resolusi yang lebih tinggi. 	Tetapi kekurangannya adalah masa atau umur TV tersebut tidak dapat 	berumur panjang jika kita memakainya terus-menerus jika kalau 	dibandingkan dengan TV CRT atau yang di kenal sebagai <em>Tivi biasa</em> yang kebanyakkan orang pakai pada umumnya.</p>
<h2>Jenis televisi</h2>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi_analog">Televisi 		analog</a></p>
</li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi_digital">Televisi 		digital</a></li>
</ul>
<h2>Perkembangan baru</h2>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi_digital">Televisi 		digital</a> (Digital Television, DTV)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/TV_Resolusi_Tinggi">TV 		Resolusi Tinggi</a> (High Definition TV, HDTV)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Video_Resolusi_Ultra_Tinggi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Video 		Resolusi Ultra Tinggi</a> (Ultra High Definition Video, UHDV)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Direct_Broadcast_Satellite&amp;action=edit&amp;redlink=1">Direct 		Broadcast Satellite</a> TV (DBS)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pay_Per_View&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pay 		Per View</a></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Televisi_internet&amp;action=edit&amp;redlink=1">Televisi 		internet</a></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=TV_Web&amp;action=edit&amp;redlink=1">TV 		Web</a></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Video_atas-permintaan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Video 		atas-permintaan</a> (Video on-demand, VOD)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gambar-dalam-Gambar&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gambar-dalam-Gambar</a> (Picture-In-Picture, PiP)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Auto_channel_preset&amp;action=edit&amp;redlink=1">Auto 		channel preset</a></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perekam_Video_Digital&amp;action=edit&amp;redlink=1">Perekam 		Video Digital</a></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/DVD">DVD</a></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=CableCARD&amp;action=edit&amp;redlink=1">CableCARD</a>™</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemrosesan_Cahaya_Digital&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pemrosesan 		Cahaya Digital</a> (Digital Light Processing, DLP)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/LCD">LCD</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Plasma_display">Plasma 		display</a> TV Layar Datar</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/High-Definition_Multimedia_Interface">High-Definition 		Multimedia Interface</a> (HDMI)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">The <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Broadcast_flag&amp;action=edit&amp;redlink=1">Broadcast 		Flag</a></p>
</li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Digital_Rights_Management">Digital 		Rights Management</a> (DRM)</li>
</ul>
</div>
<p style="margin-bottom:0;">(<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi">http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi</a>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/uimwktmudya.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/uimwktmudya.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/uimwktmudya.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/uimwktmudya.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/uimwktmudya.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/uimwktmudya.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/uimwktmudya.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/uimwktmudya.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/uimwktmudya.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/uimwktmudya.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/uimwktmudya.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/uimwktmudya.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/uimwktmudya.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/uimwktmudya.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uimwktmudya.wordpress.com&amp;blog=4769460&amp;post=18&amp;subd=uimwktmudya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://uimwktmudya.wordpress.com/2008/12/17/perkembangan-televisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/810d3f7e5506029b967aeda3eb71a9d5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">uimwktmudya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f7/CeBIT_2006_Philips_3D_Display_42_3D6W01_WOW_Richardson_Electronics_KUKFilm_1298_by_HDTVTotalDOTcom.jpg/180px-CeBIT_2006_Philips_3D_Display_42_3D6W01_WOW_Richardson_Electronics_KUKFilm_1298_by_HDTVTotalDOTcom.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/skins/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ee/Braun_HF_1.jpg/180px-Braun_HF_1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/skins/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Konvergensi</title>
		<link>http://uimwktmudya.wordpress.com/2008/12/11/konvergensi/</link>
		<comments>http://uimwktmudya.wordpress.com/2008/12/11/konvergensi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 07:50:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uimwktmudya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://uimwktmudya.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Konvergensi dan Budaya Masyarakat Masa Depan Berkembangnya teknologi informasi (information technology / IT) semenjak akhir milenium kedua telah menyebabkan sejumlah perubahan mendasar dalam kehidupan manusia masa kini. Perubahan tersebut muncul seiring lahirnya mekanisme baru dalam berkomunikasi yang ditandai dengan penggunaan multimedia dimana teks, suara, gambar atau grafis dapat diakses sekaligus ke dalam seperangkat media. Masyarakat masa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uimwktmudya.wordpress.com&amp;blog=4769460&amp;post=15&amp;subd=uimwktmudya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 class="western" style="margin-top:0;"><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://abunavis.wordpress.com/2007/12/06/konvergensi-dan-budaya-masyarakat-masa-depan/"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">Konvergensi dan Budaya Masyarakat Masa Depan</span></span></a></span></span></h2>
<p style="margin-top:.17in;margin-bottom:.19in;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Berkembangnya teknologi informasi (<em>information technology / </em>IT) semenjak akhir milenium kedua telah menyebabkan sejumlah perubahan mendasar dalam kehidupan manusia masa kini. Perubahan tersebut muncul seiring lahirnya mekanisme baru dalam berkomunikasi yang ditandai dengan penggunaan multimedia dimana teks, suara, gambar atau grafis dapat diakses sekaligus ke dalam seperangkat media. Masyarakat masa kini dapat mengakses informasi secara cepat dan lengkap melalui penggunaan alat komunikasi seperti telepon rumah, telepon genggam, televisi, komputer, dan berbagai media elektronik lainnya yang telah dilengkapi dengan jaringan internet</span></span></p>
<p style="margin-top:.17in;margin-bottom:.19in;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Teknologi informasi mutakhir telah berhasil menggabungkan sifat-sifat teknologi telekomunikasi konvensional yang bersifat massif dengan teknologi komputer yang bersifat interaktif. Fenomena ini lazim disebut sebagai konvergensi, yakni bergabungnya media telekomunikasi tradisional dengan internet sekaligus. Konvergensi menyebabkan perubahan radikal dalam penanganan, penyediaan, distribusi dan pemrosesan seluruh bentuk informasi baik visual, audio, data dan sebagainya (Preston, 2001). Kunci dari konvergensi adalah digitalisasi, kerena seluruh bentuk informasi maupun data diubah dari format analog ke format digital sehingga dikirim ke dalam satuan bit (<em>binary digit</em>). Karena informasi yang dikirim merupakan format digital, konvergensi mengarah pada penciptaan produk-produk yang aplikatif yang mampu melakukan fungsi audiovisual sekaligus komputasi. Maka jangan heran jika sekarang ini komputer dapat difungsikan sebagai pesawat televisi, atau telepon genggam dapat menerima suara, tulisan, data maupun gambar tiga dimensi (3G).</span></span></p>
<p style="margin-top:.17in;margin-bottom:.19in;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Kemajuan yang dihasilkan oleh teknologi informasi memungkinkan sebuah media memfasilitasi aktivitas komunikasi interpersonal yang termediasi. Dalam catatan Mc Millan (2004); pada saat internet muncul di penghujung abad 21, masyarakat waktu itu masih mengidentikkannya sebagai “<em>tools</em>” alias alat semata dan bukan sebagai media tersendiri yang memiliki kemampuan interaktif. Sifat <em>interactivity </em>dari penggunaan media konvergen telah melampaui kemampuan potensi umpan balik (<em>feedback</em>), karena pengakses media konvergen secara langsung memberikan umpan balik secara langsung atas informasi yang disampaikan. Karakteristik komunikasi massa tradisional dimana umpan baliknya tertunda menjadi lenyap karena kemampuan interaktif media konvergen.</span></span></p>
<p style="margin-top:.17in;margin-bottom:.19in;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Dalam konteks yang lebih luas, konvergensi media sesungguhnya bukan saja memperlihatkan kian cepatnya perkembangan teknologi. <span lang="it-IT">Konvergensi mengubah hubungan antara teknologi, industri, pasar, gaya hidup dan khalayak. Singkatnya, konvergensi mengubah pola-pola hubungan produksi dan konsumsi, yang penggunaannya berdampak serius pada berbagai bidang seperti ekonomi, politik, pendidikan, dan kebudayaan. Perubahan ini ditandai dengan meningkatnya penggunaan media konvergen secara luar biasa. Sebutlah misalnya di Amerika Serikat; dalam laporannya “The Emerging of Digital Economy” pada Mei 1998, </span><span lang="it-IT"><em>US Department of Commerce</em></span><span lang="it-IT"> menyebutkan bahwa dalam tempo 4 tahun saja internet telah mencapai 50 juta pengguna. Angka ini tentu saja fantastis mengingat televisi butuh waktu selama 13 tahun, komputer 16, radio 38 tahun, dan telepon 74 tahun untuk dapat mencapai jumlah pelanggan yang sama (Mengko, 2001). Di samping itu, berkat kemajuan teknologi informasi pula, biaya maupun infrastruktur yang diperlukan untuk dapat mengolah dan mengirimkan informasi pun kian murah dari tahun ke tahun. Sebut saja desktop maupun notebook yang sekarang ini laris manis bak kacang goreng karena disamping harganya yang makin terjangkau juga fasilitas yang disediakan juga makin canggih.</span></span></span></p>
<p style="margin-top:.17in;margin-bottom:.19in;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span lang="it-IT"> Secara khusus, konvergensi teknologi informasi menyebabkan bergesernya pola perilaku manusia dalam bekerja, belajar, mengelola lembaga bisnis atau perusahaan, menjalankan pemerintahan, maupun dalam melakukan perdagangan. Sejalan dengan itu, kini kita akrab dengan aktivitas bisnis baik perdagangan maupun perbankan yang akrab kita kenal dengan sebutan </span><span lang="it-IT"><em>e-commerce</em></span><span lang="it-IT"> dan </span><span lang="it-IT"><em>e-banking</em></span><span lang="it-IT">. Di sektor pemerintahan saat ini telah dikenal istilah </span><span lang="it-IT"><em>e-government</em></span><span lang="it-IT">. Dalam dunia pendidikan, kini dikenal pembelajaran jarak jauh melalui internet atau </span><span lang="it-IT"><em>e-learning</em></span><span lang="it-IT">. Bahkan dunia seni pun tak luput dari sentuhan teknologi informasi dimana kalangan pekerja seni dapat memperkenalkan karyanya ke dunia internasional tanpa tersekat oleh batas-batas teritorial. Dalam konteks hubungan antarindividu pun terjadi perubahan yang dramatis atas pola-pola komunikasi interpersonal dan aktualiasi diri dengan munculnhya </span><span lang="it-IT"><em>web-blog</em></span><span lang="it-IT">, komunitas online maupun </span><span lang="it-IT"><em>online games</em></span><span lang="it-IT">.</span></span></span></p>
<p style="margin-top:.17in;margin-bottom:.19in;" lang="it-IT" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Di sektor komunikasi massa, konvergensi teknologi informasi memperlihatkan fenomena yang luar biasa. Jika dahulu aktivitas komunikasi massa hanya mengenal media cetak dan media elektronik, kini telah dikenal beragam media massa berbasis internet. Era konvergensi media komunikasi sekarang ini ditandai dengan luluhnya konsepsi lembaga pers yang sifatnya masif dan melembaga menjadi media interaktif yang aksesnya bersifat personal atau individual. Bahkan di negara maju semacam Amerika sendiri saat ini tengah berlangsung kecenderungan menurunnya pelanggan media cetak dan meningkatnya pelanggan internet. Diramalkan bahwa dalam beberapa dekade mendatang di negara tersebut masyarakat akan meninggalkan media massa tradisional dan beralih ke media konvergen. Ini juga berarti terjadi perubahan budaya konsumsi informasi masyarakat, dari masyarakat pembaca dan penonton pasif menuju masyarakat pembaca dan penonton aktif. Publik alias pengakses media konvergen sekarang ini tidak lagi dapat diatur dalam mengkonsumsi informasi media karena mereka cenderung memilih informasi yang paling mereka senangi atau paling mereka butuhkan melalui media konvergen.</span></span></p>
<p style="margin-top:.17in;margin-bottom:.19in;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Secara ekonomi, dengan berubahnya kebudayaan masyarakat yang diakibatkan oleh konvergensi maka sesungguhnya tercipta peluang-peluang besar untuk memanfaatkannya menjadi suatu ladang bisnis yang luar biasa. <span lang="it-IT">Konvergensi membuka peluang-peluang profesi baru di dunia industri, perdagangan, bahkan politik sekalipun. Sebut saja diantaranya industri media atau pers </span><span lang="it-IT"><em>online</em></span><span lang="it-IT">; dengan merebaknya lembaga pers </span><span lang="it-IT"><em>online</em></span><span lang="it-IT"> maka peluang-peluang baru di dunia profesi jurnalistik </span><span lang="it-IT"><em>online</em></span><span lang="it-IT"> akan makin terbuka lebar. Hal ini diakibatkan oleh berubahnya prosedur-prosedur konvensional dalam industri pers seperti tentang </span><span lang="it-IT"><em>content</em></span><span lang="it-IT"> informasi, prosedur-prosedur organisasi dan keahlian wartawan itu sendiri. Konvergensi teknologi komunikasi sekarang memudahkan wartawan online bekerja, karena berita-berita aktual dapat segera diedit sendiri dan segera dikirim dengan bantuan internet sehingga peran editor menjadi berkurang. Kemudahan lain termasuk produksi dan pengolahan gambar yang sekarang ini dilakukan secara digital menyebabkan waktu yang digunakan semakin singkat serta dapat disimpan dalam jumlah yang tidk terbatas. Teknologi seluloid untuk mengambil gambar obyek berita tanpa terasa telah ditinggalkan dalam dunia profesi wartawan.</span></span></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:.19in;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span lang="it-IT"> Secara umum, konvergensi teknologi informasi sesungguhnya menyediakan keuntungan yang tidak terhitung bagi masyarakat luas. Keberadaan jaringan komputer yang melancarkan arus komunikasi konvergen sesungguhnya ibarat “information highway” alias jalan raya informasi yang menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mengakses dan menggunakannya demi keperluan hidup. Sebagai jalan raya virtual, konvergensi teknologi informasi selayaknya dianggap sebagai infrastruktur penunjang kemajuan sebanding dengan jalan raya fisik yang telah berhasil menunjang pembangunan. Memang belum ada satupun teori sederhana yang dapat menjelaskan hubungan bahwa tersedianya infrastruktur informasi akan menentukan keberhasilan ekonomi suatu negara. Kendati demikian, pengalaman banyak negara maju memperlihatkan bahwa pada saat teknologi informasi dimanfaatkan secara optimal, masyarakat dapat menikmati ekonomi yang lebih baik dibandingkan dengan di negara-negara yang belum memanfaatannya. Dalam konteks ini maka konvergensi sesungguhnya mempunyai peran untuk menumbuhkan pelbagai kegiatan ekonomi. Dalam masyarakat informasi, sebuah adagium baru mengatakan bahwa kekuasaan ekonomi masa kini ditentukan oleh penguasaan informasi. Barang siapa dapat menguasai dan menggunakan informasi dengan baik, maka ia berpotensi untuk sukses secara ekonomi.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span lang="it-IT">(</span></span></span><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://abunavis.wordpress.com/2007/12/06/konvergensi-dan-budaya-masyarakat-masa-depan/"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span lang="it-IT">http://abunavis.wordpress.com/2007/12/06/konvergensi-dan-budaya-masyarakat-masa-depan/</span></span></span></a></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span lang="it-IT">)</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="it-IT" align="justify">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/uimwktmudya.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/uimwktmudya.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/uimwktmudya.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/uimwktmudya.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/uimwktmudya.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/uimwktmudya.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/uimwktmudya.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/uimwktmudya.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/uimwktmudya.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/uimwktmudya.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/uimwktmudya.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/uimwktmudya.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/uimwktmudya.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/uimwktmudya.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uimwktmudya.wordpress.com&amp;blog=4769460&amp;post=15&amp;subd=uimwktmudya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://uimwktmudya.wordpress.com/2008/12/11/konvergensi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/810d3f7e5506029b967aeda3eb71a9d5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">uimwktmudya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>internet dan teknologi website</title>
		<link>http://uimwktmudya.wordpress.com/2008/11/05/internet-dan-teknologi-website/</link>
		<comments>http://uimwktmudya.wordpress.com/2008/11/05/internet-dan-teknologi-website/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 05:59:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uimwktmudya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://uimwktmudya.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Web 2.0, Gelombang Baru di Dunia Internet Web 2.0 dipercaya merupakan perkembangan dari teknologi web yang telah ada saat ini. Namun apa sesungguhnya yang dimaksud dengan Web 2.0? Apa pula bedanya dengan Web telah digunakan selama ini? Meskipun sudah menjadi pembicaraan sejak tahun 2004, Web 2.0 bukanlah kata yang familiar bagi pengguna internet. Masih banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uimwktmudya.wordpress.com&amp;blog=4769460&amp;post=12&amp;subd=uimwktmudya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 class="western">Web 2.0, Gelombang Baru di Dunia Internet</h3>
<p><em>Web 2.0 dipercaya merupakan perkembangan dari teknologi web yang telah ada saat ini. Namun apa sesungguhnya yang dimaksud dengan Web 2.0? Apa pula bedanya dengan Web telah digunakan selama ini?</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2419/2189/1600/Web-2.0.jpg"><img src="http://photos1.blogger.com/blogger/2419/2189/320/Web-2.0.jpg" border="0" alt="" hspace="5" vspace="5" width="256" height="213" align="left" /></a>Meskipun sudah menjadi pembicaraan sejak tahun 2004, Web 2.0 bukanlah kata yang familiar bagi pengguna internet. Masih banyak pengguna yang mempertanyakan maksud dan manfaat dari penggunaan Web 2.0, terutama jika dibandingkan dengan web yang telah mereka kenal selama ini.<br />
Ketika Web 2.0 disebut sebagai tahap kedua dari perkembangan web yang telah ada saat ini, muncul kekhawatiran akan tidak kompatibelnya versi web tersebut dengan program web browser yang dimiliki pengguna. Padahal tidak ada satupun teknologi di sisi pengguna (client) yang perlu di-upgrade untuk dapat mengakses web tersebut. Perkembangan web 2.0 lebih menekankan pada perubahan cara berpikir dalam menyajikan konten dan tampilan di dalam sebuah website. Sebagian besar cara berpikir tersebut mengadaptasi gabungan dari teknologi web yang telah ada saat ini.</p>
<p>Walaupun definisi mengenai Web 2.0 masih belum secara utuh diformulasikan sampai hari ini, ada pihak yang mengatakan bahwa Web 2.0 lebih menekankan pada social network atau jalinan sosial antara penggunanya seperti yang telah kita lihat selama ini dalam dunia Blog (Konek edisi 5 Februari 2006). Dengan adanya RSS di dalam Blog, informasi-informasi di dalam sebuah Blog dimungkinkan dapat diadaptasi, dikoleksi, dan di-share untuk menjadi bagian dari Blog lainnya.<br />
Namun O’Reilly dan MediaLive International menekankan bahwa Web 2.0 merupakan sebuah platform bagi aplikasi. Mereka mendeskripsikan hal ini sebagai sebuah software yang berjalan melalui media internet dengan bantuan web browser dan tidak perlu diinstalasi terlebih dahulu seperti software-software yang umumnya kita gunakan sehari-hari. Bahkan konsep mengenai sistem operasi di dalam web juga masuk dalam definisi tersebut di dalam konferensi Web 2.0 pada tahun 2005.</p>
<p><strong>MS Word berbasis Web</strong><br />
Anda dapat menjalankan program pengolah kata seperti Microsoft Word, serta mengubah dokumen dengan hanya mengunjungi situs yang menyediakan program tersebut. Karena program tersebut dapat dijalankan melalui web browser, Anda tidak perlu melakukan instalasi program apapun di dalam komputer.<br />
Beberapa praktisi internet telah mengenal kemampuan tersebut dalam AJAX (Asynchorous Javascript and XML), yang menggabungkan teknologi HTML, CSS, Javascript, dan XML dalam menciptakan aplikasi website yang dinamis. Contoh aplikasi tersebut dapat Anda lihat pada Google yang menyediakan program sejenis Microsoft Excel melalui situsnya di http://spreadsheets.google.com.<br />
Melalui aplikasi di dalam situs tersebut, Anda dapat membuka dan mengolah dokumen spreadsheet yang dimiliki. Bahkan dokumen tersebut dapat di-sharing ke beberapa rekan di internet. Dengan adanya fasilitas penyimpanan, pengguna tidak lagi membutuhkan media penyimpanan konvensional seperti disket atau flash disk. Pengolahan data dan penyimpanan dokumen, bahkan sharing dokumen, dapat dilakukan hanya dalam satu jendela web browser.</p>
<p><strong>Tujuh Karakteristik</strong><br />
Meskipun definisi Web 2.0 belum secara solid diformulasikan, terdapat tujuh prinsip yang mendasari karakter Web 2.0. Karakter tersebut antara lain web sebagai platform dimana menjadikan web sebagai tempat bekerja di manapun Anda berada. Cukup dengan membuka web browser, Anda dapat mengerjakan tugas mengetik dokumen, perhitungan keuangan, atau merancang presentasi melalui aplikasi-aplikasi yang telah disediakan dan dapat dijalankan secara langsung melalui internet.<br />
Karakteristik berikutnya, adanya partisipasi dari pengguna dalam berkolaborasi pengetahuan. Hal ini mengingatkan akan pemberian kepercayaan kepada pengguna internet untuk dapat berpartisipasi dalam berbagi pengetahuan di Wikipedia, sebuah ensiklopedia berbasis web yang disusun berdasarkan masukan-masukan pengguna internet di seluruh dunia.<br />
Karakteristik ketiga, data menjadi trademark-nya aplikasi, mengingatkan kita pada slogan “Intel Inside” yang telah melambungkan nama prosesor Intel di kalangan pengguna komputer. Trademark tersebut telah menjadi suatu garansi kepercayaan dari pengguna akan kemampuan komputer yang akan ataupun sudah dibelinya. Maksud yang sama juga diusung oleh karakteristik ketiga ini, dimana penyuplai data akan memberikan trademark yang akan digunakan oleh pemilik website untuk memberikan garansi kepercayaan kepada pengunjungnya. Sebagai contoh adalah “Nevteq Onboard” untuk data peta pada sistem navigasi GPS dan “Powered by Google” untuk dukungan Google Maps pada peta dunia berbasis web.<br />
Sedangkan karakteristik selanjutnya, web 2.0 sebagai akhir dari siklus peluncuran produk software, mengilustrasikan setiap produsen software tidak lagi meluncurkan produknya dalam bentuk fisik. Karena web menjadi platform, pengguna cukup datang ke website untuk menjalankan aplikasi yang ingin mereka gunakan. Hasil dari pengembangan fitur di dalam software dapat langsung dirasakan oleh pengguna. Software tidak lagi dijual sebagai produk namun berupa layanan (service). Produsen yang memberikan pelayanan yang cepat dan bagus, akan menjadi pilihan pengguna.<br />
Karakteristik kelima, dukungan pada pemrograman yang sederhana dan ide akan web service atau RSS. Ketersediaan RSS akan menciptakan kemudahan untuk di-remix oleh website lain dengan menggunakan tampilannya masing-masing dan dukungan pemrograman yang sederhana.<br />
Karakteristik keenam, software tidak lagi terbatas pada perangkat tertentu. Hal ini mempertegas posisi web sebagai platform dimana setiap perangkat dapat mengaksesnya. Komputer tidak lagi menjadi satu-satunya perangkat yang dapat menjalankan berbagai aplikasi di internet. Setiap aplikasi harus didesain untuk dapat digunakan pada komputer pribadi, perangkat genggam seperti ponsel dan PDA, ataupun server internet.<br />
Sedangkan karakteristik terakhir, adanya kemajuan inovasi pada antar-muka (interface) di sisi pengguna. Dukungan AJAX yang menggabungkan HTML, CSS, Javascript, dan XML pada Yahoo!Mail Beta dan Gmail membuat pengguna merasakan nilai lebih dari sekedar situs penyedia e-mail. Kombinasi media komunikasi seperti Instant Messenger (IM) dan Voice over IP (VoIP) akan semakin memperkuat karakter Web 2.0 di dalam situs tersebut.</p>
<p><strong>Kunci Perbedaan</strong><br />
Menurut Wikipedia, yang menjadi kunci perbedaan dalam Web 2.0 dan Web 1.0 adalah keterbatasan pada Web 1.0 yang mengharuskan pengguna internet untuk datang ke dalam website tersebut dan melihat satu persatu konten di dalamnya. Sedangkan Web 2.0 memungkinkan pengguna internet dapat melihat konten suatu website tanpa harus berkunjung ke alamat situs yang bersangkutan. Selain itu, kemampuan Web 2.0 dalam melakukan aktivitas drag and drop, auto complete, chat, dan voice seperti layaknya aplikasi desktop, bahkan berlaku seperti sistem operasi, dengan menggunakan dukungan AJAX atau berbagai plug-in (API) yang ada di internet. Hal tersebut akan merubah paradigma pengembang sofware dari distribusi produk menjadi distribusi layanan. Sedangkan karakter lainnya, kolaborasi dan partisipasi pengguna, ikut membantu memperkuat perbedaan pada Web 2.0.<br />
Suatu website dapat saja memasukkan beberapa bahkan tujuh karakter Web 2.0 di dalam situs yang dibangunnya. Semakin banyak karakter yang masuk ke dalam website tersebut, suatu situs akan mendekati Web 2.0. Yang terpenting bukanlah klaim sebagai Web 2.0, namun mampukah dampak perkembangan tersebut menjembatani pengguna internet dengan kepentingan perusahaan, komunitas, atau Anda dengan menggunakan Web 2.0?</p>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://blogridwan.sanjaya.org/2006/07/web-20-gelombang-baru-di-dunia.html">http://blogridwan.sanjaya.org/2006/07/web-20-gelombang-baru-di-dunia.html</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/uimwktmudya.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/uimwktmudya.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/uimwktmudya.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/uimwktmudya.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/uimwktmudya.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/uimwktmudya.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/uimwktmudya.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/uimwktmudya.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/uimwktmudya.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/uimwktmudya.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/uimwktmudya.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/uimwktmudya.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/uimwktmudya.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/uimwktmudya.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uimwktmudya.wordpress.com&amp;blog=4769460&amp;post=12&amp;subd=uimwktmudya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://uimwktmudya.wordpress.com/2008/11/05/internet-dan-teknologi-website/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/810d3f7e5506029b967aeda3eb71a9d5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">uimwktmudya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos1.blogger.com/blogger/2419/2189/320/Web-2.0.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>komunikasi informasi via fiber optik</title>
		<link>http://uimwktmudya.wordpress.com/2008/11/05/komunikasi-informasi-via-fiber-optik/</link>
		<comments>http://uimwktmudya.wordpress.com/2008/11/05/komunikasi-informasi-via-fiber-optik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 05:55:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uimwktmudya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://uimwktmudya.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Kabel Fiber Optik (Serat Optik) Media komunikasi digital pada dasarnya hanya ada tiga, tembaga, udara dan kaca. Tembaga kita kenal sebagai media komunikasi sejak lama, telah berevolusi dari hanya penghantar listrik menjadi penghantar elektromagnetik yang membawa pesan, suara, gambar dan data digital. Berkembangnya teknologi frekuensi radio menambah alternatif lain media komunikasi, kita sebut nirkabel atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uimwktmudya.wordpress.com&amp;blog=4769460&amp;post=10&amp;subd=uimwktmudya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 class="western"><a href="http://nadasumbang.co.cc/index.php/kabel-fiber-optik-serat-optik/">Kabel Fiber Optik (Serat Optik)</a></h2>
<p><a name="more-90"></a><img src="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/kabel-serat-optik.jpg" border="0" alt="Kabel Serat Optik" width="320" height="138" align="bottom" />Media komunikasi digital pada dasarnya hanya ada tiga, tembaga, udara dan kaca. Tembaga kita kenal sebagai media komunikasi sejak lama, telah berevolusi dari hanya penghantar listrik menjadi penghantar elektromagnetik yang membawa pesan, suara, gambar dan data digital. Berkembangnya teknologi frekuensi radio menambah alternatif lain media komunikasi, kita sebut nirkabel atau <em>wireless</em>, sebuah komunikasi dengan udara sebagai penghantar. Tahun 1980-an kita mulai mengenal media komunikasi yang lain yang sekarang menjadi tulang punggung komunikasi dunia, yaitu <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Optical_fiber">serat optik</a>, sebuah media yang memanfaatkan pulsa cahaya dalam sebuah ruang kaca berbentuk kabel, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Total_internal_reflection">total internal reflection</a>.</p>
<p>Sebuah kabel serat optik dibuat sekecil-kecilnya (mikroskopis) agar tak mudah patah/retak, tentunya dengan perlindungan khusus sehingga besaran wujud kabel akhirnya tetap mudah dipasang. Satu kabel serat optik disebut sebagai <em>core</em>. Untuk satu sambungan/link komunikasi serat optik dibutuhkan dua core, satu sebagai <em>transmitter</em> dan satu lagi sebagai <em>receiver</em>. Variasi kabel yang dijual sangat beragam sesuai kebutuhan, ada kabel 4 core, 6 core, 8 core, 12 core, 16 core, 24 core, 36 core hingga 48 core. Satu core serat optik yang terlihat oleh mata kita adalah masih berupa lapisan pelindungnya (coated), sedangkan kacanya sendiri yang menjadi inti transmisi data berukuran mikroskopis, tak terlihat oleh mata.</p>
<p><img src="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/detil-core-serat-optik.png" border="0" alt="Detil core kabel serat optik" width="250" height="203" align="bottom" /></p>
<p>Bentuk kabel dikenal dua macam, kabel udara (KU) dan kabel tanah (KT). Kabel udara diperkuat oleh kabel baja untuk keperluan penarikan kabel di atas tiang. Baik KU maupun KT pada lapisan intinya paling tengah diperkuat oleh kabel khusus untuk menahan kabel tidak mudah bengkok (biasanya serat plastik yang keras). Di sekeliling inti tersebut dipasang beberapa selubung yang isinya adalah core serat optik, dilapisi gel (katanya berfungsi juga sebagai racun tikus) dan serat nilon, dibungkus lagi dengan bahan metal tipis hingga ke lapisan terluar kabel berupa plastik tebal. Dari berbagai jenis jumlah core, besaran wujud akhir kabel tidaklah terlalu signifikan ukuran diameternya.</p>
<p>Memotong kabel serat optik sangat mudah, cukup menggunakan gergaji kecil. Sering terjadi maling-maling tembaga salah mencuri, niatnya mencuri kabel tembaga yang laku di pasar besi/loak malah menggergaji kabel serat optik. Yang sulit adalah mengupasnya, namun hal ini dipermudah dengan pabrikan kabel menyertakan serat nilon khusus di bawah lapisan terluar yang keras sehingga cukup dikupas sedikit dan nilon tersebut berfungsi membelah lapisan terluar hingga panjang yang diinginkan untuk dikupas.</p>
<p>Untuk apa dikupas? Tentunya untuk keperluan penyambungan atau terminasi. Kita lihat dulu bagaimana pulsa cahaya bekerja di dalam serat kaca yang sangat sempit ini. Kabel serat optik yang paling umum dikenal dua macam, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Multi-mode_optical_fiber">multi-mode</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Single-mode_optical_fiber">single-mode</a>. Transmitter cahaya berupa <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Light-emitting_diode">Light Emitting Diode</a> (LED) atau <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Laser_diode">Injection Laser Diode</a> (ILD) menembakkan pulsa cahaya ke dalam kabel serat optik. Dalam kabel multi-mode pulsa cahaya selain lurus searah panjang kabel juga berpantulan ke dinding core hingga sampai ke tujuan, sisi receiver. Pada kabel single-mode pulsa cahaya ditembakkan hanya lurus searah panjang kabel. Kabel single-mode memberi kelebihan kapasitas bandwidth dan jarak yang lebih tinggi, hingga puluhan kilometer dengan skala bandwidth gigabit.</p>
<p><img src="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/multi-mode.gif" border="0" alt="Pulsa cahaya serat optik multi-mode" width="298" height="117" align="bottom" /><img src="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/single-mode.gif" border="0" alt="Pulsa cahaya serat optik single-mode" width="298" height="147" align="bottom" /></p>
<p>Inti kaca kabel single-mode umumnya berdiameter 8,3-10 mikron (jauh lebih kecil dari diameter rambut), dan pada multi-mode berukuran 50-100 mikron. Pulsa cahaya yang ditembakkan pada single mode adalah cahaya dengan panjang gelombang 1310-1550nm, sedangkan pada multi-mode adalah 850-1300nm.</p>
<p><img src="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/otb-wallmount.jpg" border="0" alt="OTB wallmount" width="200" height="160" align="bottom" /><br />
<img src="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/otb-rackmount.jpg" border="0" alt="OTB rackmount" width="200" height="133" align="bottom" /></p>
<p>Ujung kabel serat optik berakhir di sebuah terminasi, untuk hal tersebut dibutuhkan penyambungan kabel serat optik dengan pigtail serat optik di Optical Termination Board (OTB), bisa wallmount atau 1U rackmount. Dari OTB kabel serat optik tinggal disambung dengan patchcord serat optik ke perangkat multiplexer, switch atau bridge (converter to ethernet UTP).</p>
<p>Penyambungan kabel serat optik disebut sebagai splicing. Splicing menggunakan alat khusus yang memadukan dua ujung kabel seukuran rambut secara presisi, dibakar pada suhu tertentu sehingga kaca meleleh tersambung tanpa bagian coated-nya ikut meleleh. Setelah tersambung, bagian sambungan ditutup dengan selubung yang dipanaskan. Alat ini mudah dioperasikan, namun sangat mahal harganya. Inilah sebabnya meskipun harga kabel fiber optik sudah jauh lebih murah namun alat dan biaya lainnya masih mahal, terutama pada biaya pemasangan kabel, splicing dan terminasinya.</p>
<p><img src="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/konektor-kabel-serat-optik.jpg" border="0" alt="Berbagai jenis konektor kabel serat optik" width="342" height="168" align="bottom" /></p>
<p>Pigtail yang disambungkan ke kabel optik bisa bermacam-macam <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Optical_fiber_connector">konektornya</a>, yang paling umum adalah konektor FC. Dari konektor FC di OTB ini kita tinggal menggunakan patchcord yang sesuai untuk disambungkan ke perangkat. Umumnya perangkat optik seperti switch atau bridge menggunakan konektor SC atau LC. Cukup menyulitkan ketika menyebut jenis konektor yang kita kehendaki kepada penjual, FC, SC, ST, atau LC.</p>
<p>Setelah kabel optik terpasang di OTB dilakukan pengujian end-to-end dengan menggunakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Optical_time_domain_reflectometer">Optical Time Domain Reflectometer</a> (OTDR). Dengan OTDR akan didapatkan kualitas kabel, seberapa besar loss cahaya dan berapa panjang kabel totalnya. Harga perangkat OTDR ini sangat mahal, meskipun pengoperasiannya relatif mudah. OTDR ini digunakan pula pada saat terjadi gangguan putusnya kabel laut atau terestrial antar kota, sehingga bisa ditentukan di titik mana kabel harus diperbaiki dan disambung kembali.</p>
<p>Ada 2 tipe design kabel serat optik :</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Loose-tube construction (buat 	instalasi di luar ruangan)</p>
</li>
<li>Tight buffer construction (buat di dalam gedung)</li>
</ol>
<p>Kelebihan kabel fiber optic yaitu tidak ada interfensi ke kabel fiber lain. Gak ada gannguan crosstalk seperti pada copper media. Tapi bukan berarti media ini sempuran atau tidak ada gangguannya, kalau instalasinya tidak bener maka akan menimbulkan :</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Scattering</p>
</li>
<li>Microbend, Macrobend</li>
</ol>
<p>Untuk keperluan sederhana misalnya sambungan fiber optik antar gedung pada jarak ratusan meter (hingga 15km) kini teknologi bridge/converter-nya sudah semakin murah dengan kapasitas 100Mbps, sedangkan untuk full gigabit harga switch/module-switch-nya masih mahal. Jadi, meskipun harga kabel serat optik sudah di kisaran Rp10.000/m namun total pemasangannya membengkak karena ada biaya SDM yang menarik dan memasang kabel, biaya splicing setiap core-nya, pemasangan OTB, pengujian OTDR, penyediaan patchcord dan perangkat optiknya sendiri (switch/bridge).</p>
<p style="margin-bottom:0;">(http://nadasumbang.co.cc/index.php/kabel-fiber-optik-serat-optik/)</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/uimwktmudya.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/uimwktmudya.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/uimwktmudya.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/uimwktmudya.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/uimwktmudya.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/uimwktmudya.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/uimwktmudya.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/uimwktmudya.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/uimwktmudya.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/uimwktmudya.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/uimwktmudya.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/uimwktmudya.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/uimwktmudya.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/uimwktmudya.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uimwktmudya.wordpress.com&amp;blog=4769460&amp;post=10&amp;subd=uimwktmudya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://uimwktmudya.wordpress.com/2008/11/05/komunikasi-informasi-via-fiber-optik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/810d3f7e5506029b967aeda3eb71a9d5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">uimwktmudya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/kabel-serat-optik.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kabel Serat Optik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/detil-core-serat-optik.png" medium="image">
			<media:title type="html">Detil core kabel serat optik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/multi-mode.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Pulsa cahaya serat optik multi-mode</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/single-mode.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Pulsa cahaya serat optik single-mode</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/otb-wallmount.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">OTB wallmount</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/otb-rackmount.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">OTB rackmount</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/konektor-kabel-serat-optik.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Berbagai jenis konektor kabel serat optik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Budaya &amp; Konsep Teknologi</title>
		<link>http://uimwktmudya.wordpress.com/2008/11/04/budaya-konsep-teknologi/</link>
		<comments>http://uimwktmudya.wordpress.com/2008/11/04/budaya-konsep-teknologi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 08:31:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uimwktmudya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://uimwktmudya.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Budaya &#38; Konsep Teknologi Written by Affi Astari Purnama Kenetralan teknologi Teknologi berkembang hampir di seluruh belahan dunia. Negara – negara di kawasan eropa dan amerika hampir selalu menjadi pioner dalam hal perkembangan teknologi. Berbagai produk teknologi diciptakan dengan maksud memudahkan pekerjaan manusia. Produk produk hasil perkembangan teknologi tersebut diciptakan di sejumlah negara dan dipublikasikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uimwktmudya.wordpress.com&amp;blog=4769460&amp;post=8&amp;subd=uimwktmudya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Budaya &amp; Konsep Teknologi</strong></p>
<p>Written by Affi Astari Purnama<br />
Kenetralan teknologi<br />
Teknologi berkembang hampir di seluruh belahan dunia. Negara – negara di kawasan eropa dan amerika hampir selalu menjadi pioner dalam hal perkembangan teknologi. Berbagai produk teknologi diciptakan dengan maksud memudahkan pekerjaan manusia. Produk produk hasil perkembangan teknologi tersebut diciptakan di sejumlah negara dan dipublikasikan ke pasar dunia. Namun yang terjadi di lapangan tidak sepenuhnya sesuai dengan tujuan awal penciptaan dan pemasaran produk teknologi.<br />
Sebagai contoh adalah produk ’snowmobiles’ yang berkembang di Amerika Utara pada tahun 1960an. Produk ini diciptakan untuk memudahkan warga amerika utara selama musim salju. Ketika ’snowmobiles’ dipasarkan di luar negeri, pemanfaatannya menjadi bergeser. Di Swedia ’snowmobiles’ digunakan untuk mengggembala rusa kutub, dan di Canada, produk ini digunakan untuk para eskimo yang hendak menjebak serigala untuk selanjutnya diambil kulitnya.Dengan demikian dapat disimpulkan sementara bahwa produk teknologi telah diciptakan dan ketika produk tersebut disebar, maka penggunaannya akan bergantung pada kondisi sosial atau kebudayaan warga daerah masing – masing. Hal ini lah yang menjadi argumen atas pertanyaan bahwa apakan teknologi itu netral atau bergantung pada kondisi sosial. Jika dilihat dari sisi konstruksi dasar mesin dan bagaimana cara kerja sebuah produk teknologi, maka teknologi dapat dikatakan netral karena dimanapun penggunaannya sama dan mesin yang dipakai sama. Namun jika dilihat dari sisi aktivitas manusia yang menggunakannya, teknologi tidaklah netral karena tujuan tujuan penggunaan produk teknologi tidaklah sama di setiap daerah. Kata ’teknologi’ memilki arti yang beraneka ragam jika dilihat dari berbagai bidang. Di dunia kedokteran, teknologi berkisar pada pengetahun mengenai bidang kedokteran, dan keahlian dalam menangani pasien. Bahkan ada pula yang menambahkan bahwa teknologi kedokteran juga meliputi teknik dasar kedokteran, aspek budaya, dan organisasi. Teknologi dapat dimaknai sebagai aktivitas manusia dan juga sebagai bagian dari kehidupan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teknologi tidak hanya seputar teknik, mesin, dan pengetahuan, namun juga seputar organisasi dan nilai nilai budaya.<br />
Definisi<br />
Mendefinisikan konsep teknologi secara tepat memerlukan pemikiran mengenai manusia dan aspek sosial yang ada. Banyak orang mengidentifikasi teknologi hanya dengan aspek teknis karena anggapan bahwa teknologi selalu berurusan dengan mesin, teknik, dan segala aktivitas untuk menjalankan sesuatu. Kata ’Teknologi’ terkadang digunakan oleh orang orang dengan pemikiran terbatas dan juga oleh orang orang dengan pemikiran yang lebih luas. Ketika orang orang dengan pemikiran terbatas mendefinisikan teknologi, maka aspek budaya akan ditempatkan sebagai bagian diluar teknologi, teknologi hanya terbatas pada masalah teknik. Sedangkan bagi orang orang dengan pemikiran yang lebih luas, teknologi dikaitkan dengan ’technology practice’ atau kegiatan praktik dari teknologi yang tentu saja tidak bebas nilai karena akan berhubungan dengan tujuan penggunaan teknologi, aspek budaya, dan kondisi sosial yang ada. Beberapa definisi yang sifatnya formal menyebutkan bahwa, teknologi adalah hasil dari pengetahuan ilmiah yang teroganisir dan diaplikasikan secara sistematis ke dalam hal hal yang bersifat praktis.Secara eksplisit, teknologi dianalogikan sebagai ’hardware’ dimana manusia sebagai pengguna dan teknologi sebagai alat yang digunakan. Namun, selanjutnya perkembangan di bidang teknologi menyebutkan bahwa teknologi lebih dari hanya sekedar ’hardware’. Teknologi merupakan ’liveware’ karena organisme – organisme hidup setidaknya bergantung pada teknologi. Selain pendefinisian teknologi’, pendefinisian kata ’ teknikal’ dan ’teknologikal’ juga menjadi perbincangan. Pendefinisian kedua konsep itu membutuhkan deskripsi atau contoh kasus agar lebih mudah dipahami. Dan pada akhirnya, menurut Arnold Pacey, konsep teknikal lebih mengarah pada pengaplikasian suatu produk teknologi untuk memecahkan suatu masalah. Sedangkan ’teknologikal’ merupakan konsep yang lebih luas, tidak hanya terpaku pada hal hal yang sifatnya teknikal.<br />
Latar belakang dan Nilai Nilai masyarakat<br />
Membicarakan teknologi lebih jauh, berarti membicarakan beberapa sikap yang membatasi pandangan seseorang mengenai teknologi. Sistem teknologi meliputi manusia dan mesin. Tingkatan keduanya adalah setara. Namun pada kenyataannya manusia, karena merasa dirinya sebagai ’user’ dari mesin, seringkali memposisikan diri lebih tinggi. Hal tersebut berkaitan dengan budaya yang terjadi di masyarakat. Ketika sebuah mesin produk teknologi mengalami kerusakan, seringkali yang dislahkan adalah mesin itu sendiri. Mesin yang buruk, tidak tahan lama, kurang canggih, dan alasan lainnya. Manusia sering mengesampingkan alasan bahwa mesin itu kurang dirawat oleh manusia. Manusia cenderung terfokus pada aspek teknik dari setiap masalah yang bersifat praktis. Dan mereka lalu mulai berfikir tentang kemampuan luar biasa lainnya yang dapat diciptakan melalui teknologi. Manusia makin mengharapkan teknologi dapat menyelesaikan setiap masalah.Yang perlu disadari, teknologi tidak selamanya dipuja dan dibutuhkan begitu saja oleh masyarakat di seluruh dunia. Teknologi juga harus diiringi dengan perkembangan pendidikan dan pengetahuan. Menjamurnya teknisi teknisi yang ahli juga tidak akan berpengaruh apa apa jika mayoritas penduduknya tidak terpelajar. Masyarakat tersebut akan menganggap teknologi tak ubahnya seperti alien. Dengan demikian, perkembangan teknologi tidak dapat netral dan berdiri sendiri. Perkembangan teknologi harus diimbangi dengan perkembangan sosial, pendidikan, dan kebudayaan.<br />
Pengukuran Kemajuan Teknologi<br />
Manusia terbiasa terfokus pada produk teknologi dibandingkan dengan aktivitasnya sehari hari. Karena itulah kemajuan teknologi sering diukur dengan melihat pada berbagai macam produk teknologi yang baru diciptakan, serta jumlahnya yang meningkat. Sebagai contoh, pada awal tahun 1600, penemuan seperti mesin cetak, kompas megnetis menjadi bukti dari kemujuan teknologi. Dan semakin berkembangnya zaman, ditemukan pula mesin uap dan lampu elektrik.Berbagai tipe mesin bermunculan untuk menunjukkan perkembangan yang bertahap dalam jangka waktu yang lama. Kemajuan teknologi dianggap melaju secara konsisten dan diukur melalui grafik.Nicholas Rescher, seorang ahli statistik dan diagram menyatakan bahwa konsistensi dari kemajuan teknologi adalah hal yang lumrah. Namun cara pandang tersebut ternyata memiliki kelemahan yang fatal. Dengan keadaan yang konsisten, kemajuan teknologi menjadi tidak dinamis. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kemajuan salah satu dimensi membuat kemunduran dimensi yang lain menjadi dikesampingkan. Contohnya di dunia pertanian. Jumlah produksi pertanian dikaitkan dengan faktor tanah, SDM, dan energi yang berlimpah. Padahal belum tentu untuk mencapai panen yang berlimpah harus memiliki SDM, energi, dan tanah yang banyak. Kemajuan panen tidak hanya berkisar diantara faktor tersebut saja. Apalagi fakta bahwa di Amerika serikat yang memiliki lahan sangat luas tidak menjadikan hasil pertaniannya serta merta meningkat dan berlebih.Tingginya tihasil pertanian juga disebabkan oleh aspek organisasional, hal tersebut juga dilihat dari perbandingan jumlah hewan ternak dan hasil panennya. Kemajuan teknologi di bidang pertanian dapat dilihat dari munculnya pupuk kimia dan traktor. Dengan traktor, para petani tetap dapat membajak sawah walaupun dalam kondisi iklim yang tidak mendukung. Berpindahnya penggunaan mesin uap menjadi penggunaan turbin raksasa juga dijadikan sebagai ukuran kemajuan teknologi.<br />
Organisasi Kerja<br />
Intepretasi dalam hal kemajuan teknologi bersifat linear. Pada tahun1840, kemajuan di bidang pertanian dikaitkan dengan revolusi Industri. Dengan demikian kejadiannya bersifat searah. Pola intepretasi yang linear memunculkan pernyataan bahwa perkembangan yang terjadi di bidang teknologi, dalam hal ini perkembangan pabrik pabrik yang menggunakan mesin uap, memunculkan sistem ekonomi kapitalis. Namun opini tersebut tidaklah sepenuhnya tepat. Buktinya, pabrik yang ada pada saat revolusi industri dan menggunakan sistem kapitalis mengaku sama sekali tidak bergantung pada terciptanya mesin uap. Banyak negara eropa,yang masih menggunakan tenaga kuda sebagai sumber energi mereka. Sebenarnya, peranan produk teknologi seperti mesin mesin yang diciptakan bukanlah hal yang terpenting. Yang paling penting adalah bagaimana sistem manjemen pabrik di dalamnya. Sebagai bukti, sebuah pabrik di kawasan Eropa lebih memilih menggunakan tenaga kerja manusia dibandingkan mesin mesin canggih yang pada saat itu telah beredar. Pemilik pabrik berpendapat bahwa, dengan membawa pekerja pekerja melalui pelatihan kerja yang terawasi, mereka dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik, bahkan karena lingkungan yang kondusif, pencurian sejumlah material dapat dihentikan. Yang terpenting adalah esensi dari manajemen yang baik. Penumbuhan rasa disiplin dan pengkoordinasian antara atasan dengan bawahan yang baik merupakan sistem yang baik.Perubahan di dalam organisasi kerja dapat dilihat dari makin berkembangnya tenaga kerja yang dibutuhkan. Satu divisi kerja dapat dipecah menjadi beberapa divisi kerja baru yang berarti membuka peluang kerja bagi tenaga kerja yang baru. Dan mulailah penggunaan mesin dilakukan untuk mempermudah pekerjaan yang ada. Dengan demikian keahlian khusus mulai jarang dibutuhkan. Pada era selanjutnya, dimana para ‘draftman’ bermunculan, penggunaan komputer mulai terjadi. Komputer digunakan untuk membuat gambar. Para desainer membuat gambar menggunakan VDU, yaitu papan gambar elektronik. Dengan demikian gambar akan dihasilkan secara lebih mendetail dan lebih cepat.Selain itu muncul pula program pemprosesan data yang berguna untuk membuat dokument atau tulisan. Tidak diragukan lagi, komputerisasi dapat membantu kita mengatasi kompleksitas dunia modern. Mikroprosesor memfasilitasi berbagai macam peralatan menjadi lebih efisien dan terbentuk rapi dalam satu wadah. Komputer memudahkan jalinan hubungan yang terjadi diantara manusia.<br />
Penentuan keputusan dan Pergerakan dalam Kemajuan<br />
Saat ini, pola – pola baru mengenai organisasi harus ditemukan sebelum inovasi atau teknik di dalam teknologi bermunculan. Organisasi kerja dianggap lebih penting dibandingkan dengan produk teknologi yang dihasilkan oleh organisasi kerja tersebut.Dibandingkan pernyataan bahwa mesin uap james watt memimpin revolusi industri, mungkin lebih pantas dikatakan bahwa perkembangan organisasi pabrik memberikan kesempatan pada james watt untuk menyempurnakan penemuannya.Kebanyakan penemuan dibuat dengan tujuan sosial tertentu, namun banyak pula yang terpengaruh oleh berbagai hal dan menyebabkan penemuan penamuan tersebut tidak sesuai dengan harapan manusia. Inovasi selanjutnya akan dilihat sebagai hasil dari siklus dari faktor sosial, kultural, dan teknikal.Teknologi bukan sesuatu yang berada di luar konsep sosial. Sosial dan teknologi saling berkaitan satu sama lain. Inovasi bukan hanya hasil dari logika yang rasional. Di dalamnya juga terkandung tujuan dan maksud tertentu. Inovasi juga merefleksikan kesadaran tentang kemungkinan dan kesempatan yang berhubungan dengan maslah ekonomi. Pergerakan inovasi dan kemajuan teknologi, secara khusus, dapat dilihat dari penggunaan manusia sebagai tenaga kerja menjadi penggunaan mesin dan komputer. Selain itu industri yang bersifat agrikultur mulai bergerak menjadi industri yang bersifat otomotif.<br />
Budaya Para Ahli<br />
Di kalangan praktisi, perbedaan bidang studi menyebabkan budaya teknologi yang berbeda pula. Di bidang kedokteran, teknologi berkisar pada cara cara menyembuhkan pasien. Hal ini berarti bagi seorang dokter, teknologi digunakan untuk mengobati, bukan mencegah. Sedangkan di bidang teknisi, teknologi digunakan untuk mencegah suatu masalah. Contohnya adalah penciptaan alarm kebakaran yang digunakan untuk mencegah kebakaran, atau kamera pengintai yang dapat mencegah pencuri masuk. Dalam dunia kedokteran ditemukan istilah ’Halfway technology’ atau teknologi separuh jalan. Teknologi ini dapat didefinisikan sebagai teknologi yang belum sepenuhnya dimengerti atau dikuasai oelh manusia. Dalam dunia kedokteran, teknologi seharusnya mencakup pada teknik – teknik yang bersifat efektif dan relatif murah. Namun, dalam dunia kedokteran dikenal pula tranplantasi organ atau kemotrapi yang disadari merupakan hal yang kompleks dan sulit dipahami. Hal itulah yang dimaksud dengan teknologi separuh jalan. Terkadang, pengetahuan yang sudah dimiliki dan dikuasai dengan mudah malah tidak digunakan, seseorang cenderung mempelajari dan mengadopsi teknologi baru yang lebih rumit dan canggih. Perbedaan budaya yang melahirkan perbedaan dalam memandang teknologi seringkali menimbulkan perdebatan. Contoh kasus terjadi diantara ahli lingkungan dengan sukarelawan mengenai hal penyebab kanker. Para sukarelawan bersikukuh menyatakan bahwa penyebab kanker rahim adalah hubungan seksual secara bebas. Para sukarelawan memberikan data data dan menyebutkan bahwa faktor lingkungan hanya berpengaruh sebesar 5 persen terhadap penularan penyakit tersebut. Lain halnya dengan ahli lingkungan yang menyatakan bahwa penyakit kanker rahim 40 persen disebabkan karena kondisi lingkungan, daerah kumuh dan miskin yang berhubungan dengan kesulitan menrawat diri dan mendapatkan air bersih,sampai hal lingkungan tempat suami bekerja. Perbedaan pendapat tersebut dilatarbelakangi oleh cara pandang setiap ahli terhadap masalah kanker. Para ahli lingkungan akan memandang dari segi lingkungan. Contoh lain terjadi dalam hal polusi udara, dimana para kimiawan merasa bahwa polusi merupakan murni masalah kimia, dan mereka benar benar tidak memasukkan unsur kelalaian manusia, atau unsur keadaan lingkungan yang sepi dari pepohonan. Para ahli seringkali hanya berdiri pada bidang keahliannya saja, mereka melupakan faktor faktor non ilmiah di luar aspek teknikal yang mereka yakini. Para ahli memandang teknologi dan semua maslah yang ada di dalamnya dari segi teknis, dan hanya sedikit memandang segi kultural sepertinilai nilai personal atau segi organisasional seperti aktivitas lingkungan. Mereka memperkecil cakupan menjadi hanya aspek teknis dimana aspek tersebut telah mereka kuasai secara mendetail.<br />
http://ranggaekaputra.blog.friendster.com/2008/11/budaya-konsep-teknologi/#comment-2</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/uimwktmudya.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/uimwktmudya.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/uimwktmudya.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/uimwktmudya.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/uimwktmudya.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/uimwktmudya.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/uimwktmudya.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/uimwktmudya.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/uimwktmudya.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/uimwktmudya.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/uimwktmudya.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/uimwktmudya.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/uimwktmudya.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/uimwktmudya.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uimwktmudya.wordpress.com&amp;blog=4769460&amp;post=8&amp;subd=uimwktmudya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://uimwktmudya.wordpress.com/2008/11/04/budaya-konsep-teknologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/810d3f7e5506029b967aeda3eb71a9d5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">uimwktmudya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Teknologi Komunikasi</title>
		<link>http://uimwktmudya.wordpress.com/2008/09/16/perkembangan-teknologi-komunikasi/</link>
		<comments>http://uimwktmudya.wordpress.com/2008/09/16/perkembangan-teknologi-komunikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 10:07:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uimwktmudya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://uimwktmudya.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Mata kuliah perkembangan teknologi komunikasi yang saya ambil pada semester V ini mudah-mudahan dapat memberikan pemahaman tentang perkembangan teknologi komunikasi sehingga saya tidak ketinggalan dengan teknologi-teknologi yang lebih canggih. Pertemuan pertama mata kuliah ini menyadarkan saya bahwa ternyata istilah &#8220;hi-tech&#8221; masih sangat jauh daridiri saya.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uimwktmudya.wordpress.com&amp;blog=4769460&amp;post=6&amp;subd=uimwktmudya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mata kuliah perkembangan teknologi komunikasi yang saya ambil pada semester V ini mudah-mudahan dapat memberikan pemahaman tentang perkembangan teknologi komunikasi sehingga saya tidak ketinggalan dengan teknologi-teknologi yang lebih canggih. Pertemuan pertama mata kuliah ini menyadarkan saya bahwa ternyata istilah &#8220;hi-tech&#8221; masih sangat jauh daridiri saya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/uimwktmudya.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/uimwktmudya.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/uimwktmudya.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/uimwktmudya.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/uimwktmudya.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/uimwktmudya.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/uimwktmudya.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/uimwktmudya.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/uimwktmudya.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/uimwktmudya.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/uimwktmudya.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/uimwktmudya.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/uimwktmudya.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/uimwktmudya.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/uimwktmudya.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/uimwktmudya.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uimwktmudya.wordpress.com&amp;blog=4769460&amp;post=6&amp;subd=uimwktmudya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://uimwktmudya.wordpress.com/2008/09/16/perkembangan-teknologi-komunikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/810d3f7e5506029b967aeda3eb71a9d5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">uimwktmudya</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
